Kemitraan Petani dan Pemerintah Dorong Padi Sehat Sidorejo - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Daerah · 7 Mei 2025 12:30 WIB ·

Kemitraan Petani dan Pemerintah Dorong Padi Sehat Sidorejo


 Kemitraan Petani dan Pemerintah Dorong Padi Sehat Sidorejo Perbesar

Lensa warta – Musyawarah pertanian yang digelar di Kios “Kurnia Tani” Desa Sidorejo menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan untuk menyamakan langkah menghadapi musim tanam padi berikutnya. Pemerintah Desa, PPL, Babinsa, dan Gapoktan sepakat mendorong implementasi program padi sehat, yaitu metode pertanian ramah lingkungan yang mengutamakan kualitas hasil dan keberlanjutan sumber daya alam.

Pertemuan yang dihadiri petugas OPT, pengurus HIPPA, serta perwakilan petani dari empat dusun di Sidorejo ini fokus pada penguatan koordinasi antar sektor. PPL dalam sesi pemaparan menjelaskan bahwa sistem padi sehat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida dan pupuk kimia, serta mengoptimalkan manajemen air.

“Kami mengajak petani beralih ke pertanian yang lebih lestari. Selain menjaga kesehatan tanah dan lingkungan, hasil panen bisa meningkat jika dikelola dengan baik,” kata salah satu penyuluh.

Babinsa Sidorejo menambahkan bahwa pihaknya mendukung penuh gerakan ini. Selain menjaga keamanan wilayah, mereka siap terlibat langsung mendampingi proses pertanian. “Kami ingin petani merasa aman dan semangat karena ada sinergi lintas sektor,” ujarnya.

Baca Juga : Burung Hantu Dijaga, Pertanian Lumajang Lebih Seimbang

Sebagai tahap awal, para peserta menyepakati dua hektare lahan untuk dijadikan percontohan padi sehat pada musim tanam mendatang. Program ini mendapat sambutan positif dari Ketua Gapoktan Sidorejo, Nur Rohman.

“Kalau sinergi ini berjalan, kami yakin hasil pertanian akan meningkat dan tidak merusak tanah. Ini harus ditiru desa lain,” ungkapnya.

Petani muda Sugiarto juga menyampaikan ketertarikannya terhadap metode baru ini. “Biasanya kami banyak pakai pupuk kimia. Tapi sekarang kami mulai sadar pentingnya merawat tanah. Saya siap coba,” ucapnya.

Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi pondasi untuk menciptakan pertanian desa yang mandiri, efisien, dan tahan terhadap perubahan iklim. Jika berhasil, model kemitraan Sidorejo dapat menjadi acuan praktik pertanian berkelanjutan di Kabupaten Lumajang.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketahanan Pangan Terancam Jadi Korban Silpa, DPRD Minta Perencanaan APBD Lebih Matang

3 Januari 2026 - 09:22 WIB

Silpa Rp 700 Miliar Jadi Alarm Keras Kinerja OPD di Tahun Awal Pemerintahan Jember

3 Januari 2026 - 09:08 WIB

Silpa APBD Jember Tembus Rp700 Miliar, DPRD Siapkan Evaluasi Besar-besaran OPD

2 Januari 2026 - 16:53 WIB

Senduro Masuk Kategori Mandiri, Bukti Desa Mampu Menjadi Garda Terdepan Pelestarian Lingkungan

2 Januari 2026 - 16:14 WIB

Data Lemah, Pembinaan Minim, Petani Pisang Terjebak Sistem Off Taker

2 Januari 2026 - 15:52 WIB

Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa

2 Januari 2026 - 14:18 WIB

Trending di Daerah