Kerupuk dari Lorong Semeru, UMKM Desa Ini Tembus Kota-Kota Besar Berkat PKH - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Daerah · 25 Sep 2025 14:01 WIB ·

Kerupuk dari Lorong Semeru, UMKM Desa Ini Tembus Kota-Kota Besar Berkat PKH


 Kerupuk dari Lorong Semeru, UMKM Desa Ini Tembus Kota-Kota Besar Berkat PKH Perbesar

Lumajang, – Siapa sangka dari gang sempit Desa Sememu lahir sebuah usaha yang kini menyuplai kerupuk ke kota-kota besar di Jawa Timur.

Dari usaha rumahan milik keluarga, kini Kerupuk Mahkota milik Lukman (35) menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa dan contoh sukses pemberdayaan penerima bantuan sosial.

Kerupuk puli atau kerupuk latah, begitu warga Lumajang menyebutnya dulu hanya dikenal di kalangan lokal. Namun kini, kerupuk buatan Lukman bisa ditemukan di Sidoarjo, Gresik, hingga Mojokerto.

Perjalanan ini tidak mudah. Saat pandemi, Lukman dan keluarganya berada dalam kondisi terpuruk. Bantuan PKH dari Kementerian Sosial menjadi penyambung hidup. Tapi ia tak ingin berhenti di situ.

Baca juga: Ranupane Tetap Dibuka, Wisata ke Bromo Masih Bisa Lewat Lumajang

Melalui program lanjutan bernama PENA (sekarang PPSE), Lukman mendapatkan modal usaha dan pendampingan. Ini bukan sekadar pemberian, tetapi investasi dalam kemandirian.

“Kita tidak hanya memberi uang, tapi juga ilmu dan motivasi,” kata Putri Hindra, pendamping PKH, Kamis (25/9/25).

Baca juga: Pemkot Surabaya Siapkan Sanksi Tegas untuk Kos-Kosan Nakal, Mulai Teguran hingga Pencabutan Izin

Dengan usaha yang kini berkembang pesat, Lukman tidak melupakan sesama. Ia memberdayakan 18 mantan KPM lainnya, memberikan pekerjaan, dan sekaligus membagikan semangat untuk tidak bergantung selamanya pada bantuan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyebut Lukman sebagai role model. Pemerintah, katanya, tidak sekadar membantu, tapi mendampingi hingga mandiri.

“Kami siap dukung siapa pun yang ingin keluar dari kemiskinan melalui usaha,” tegas Indah.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelantikan Pejabat Baru di Jember Dibayangi Silpa Rp700 Miliar

3 Januari 2026 - 11:00 WIB

Ketahanan Pangan Terancam Jadi Korban Silpa, DPRD Minta Perencanaan APBD Lebih Matang

3 Januari 2026 - 09:22 WIB

Silpa Rp 700 Miliar Jadi Alarm Keras Kinerja OPD di Tahun Awal Pemerintahan Jember

3 Januari 2026 - 09:08 WIB

Silpa APBD Jember Tembus Rp700 Miliar, DPRD Siapkan Evaluasi Besar-besaran OPD

2 Januari 2026 - 16:53 WIB

Senduro Masuk Kategori Mandiri, Bukti Desa Mampu Menjadi Garda Terdepan Pelestarian Lingkungan

2 Januari 2026 - 16:14 WIB

Data Lemah, Pembinaan Minim, Petani Pisang Terjebak Sistem Off Taker

2 Januari 2026 - 15:52 WIB

Trending di Daerah