Kesehatan Jadi Tahap Akhir Sebelum Sekolah Rakyat Kota Malang Dibuka - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 7 Jul 2025 18:13 WIB ·

Kesehatan Jadi Tahap Akhir Sebelum Sekolah Rakyat Kota Malang Dibuka


 Kesehatan Jadi Tahap Akhir Sebelum Sekolah Rakyat Kota Malang Dibuka Perbesar

Malang Kota, – Sebanyak 100 calon siswa Sekolah Rakyat Kota Malang tinggal menunggu satu tahap akhir sebelum memulai kegiatan belajar pekan depan: tes kesehatan dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan bahwa pelaksanaan tes kesehatan kemungkinan besar digelar dalam waktu dekat. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari pendataan awal terhadap para calon siswa.

“Tes kesehatan ini untuk memastikan apakah siswa memiliki penyakit menular atau tidak menular. Ini penting sebagai syarat administrasi dan untuk memastikan kondisi siswa sebelum masuk asrama,” ujar Donny, kemarin (6/7).

Selain pemeriksaan kesehatan, persiapan lain untuk pembukaan Sekolah Rakyat sebagian besar telah rampung. Donny menjelaskan bahwa seluruh komponen pendukung, termasuk 27 tenaga non-pengajar, telah disiapkan. Mereka terdiri dari staf tata usaha, bendahara, operator sekolah, wali asrama, wali asuh, satpam, juru masak, dan petugas kebersihan.

“Wali asrama dan wali asuh juga sudah lengkap. Bahkan kepala sekolah pun sudah ditunjuk,” imbuh mantan Kabag Humas Pemkot Malang itu.

Secara fisik, gedung Sekolah Rakyat yang berlokasi di kompleks Poltekom juga hampir sepenuhnya siap digunakan. Progres renovasi terakhir sudah mencapai 80 persen dan kini memasuki tahap pengadaan bangku serta perabotan lainnya.

Sementara itu, untuk tenaga pendidik, penyiapan dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Kepala Disdikbud Suwarjana mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan 25 calon guru, yang nantinya akan diseleksi menjadi 22 orang sesuai kebutuhan.

“Guru-guru ini berasal dari lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) pra-jabatan. Mereka akan mengajar jenjang SMP di Sekolah Rakyat,” terang Suwarjana.

Menariknya, meskipun guru tersebut bukan PNS, sistem penggajian mereka akan berada di bawah Kementerian Sosial, bukan Kementerian Pendidikan. Hal ini karena adanya alih status kepegawaian untuk program khusus ini.

“Gaji akan ditanggung oleh Kemensos. Ini bagian dari skema alih pegawai yang sedang disiapkan,” tambahnya.

Di sisi lain, pembagian seragam bagi siswa juga masih menunggu distribusi logistik dari pusat. Namun, pengukuran telah dilakukan sehingga tinggal menunggu pengiriman.

Dengan seluruh elemen penunjang hampir tuntas, pembukaan Sekolah Rakyat tinggal selangkah lagi. Pemerintah Kota Malang menargetkan kegiatan belajar mengajar dapat dimulai secepatnya setelah seluruh siswa dinyatakan lolos tes kesehatan.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Erupsi Semeru Disertai Awan Panas 4,5 Kilometer dan Kolom Abu 1.000 Meter

19 Juni 2026 - 11:13 WIB

Aliansi Mahasiswa menggugat, Enam Tuntutan Dibawa ke DPRD Lumajang

18 Juni 2026 - 15:12 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Jadi Perhatian Warga Lumajang, Antrean Pertalite Mengular

11 Juni 2026 - 08:47 WIB

Pelemahan Rupiah Mulai Tekan Harga Kebutuhan Pokok di Lumajang

9 Juni 2026 - 15:22 WIB

Dampak Pelemahan Rupiah, Harga Ban Motor di Lumajang Kini Tembus Rp 325 Ribu

7 Juni 2026 - 10:38 WIB

Dari Surabaya ke Pegangsaan Timur: Jejak Panjang Bung Karno Menuju Proklamasi Kemerdekaan

6 Juni 2026 - 16:25 WIB

Trending di Nasional