Ketegangan di Laut Natuna Antara Indonesia dan China, TNI AL Hadang Kapal Coast Guard China - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 7 Mei 2024 09:44 WIB ·

Ketegangan di Laut Natuna Antara Indonesia dan China, TNI AL Hadang Kapal Coast Guard China


 Kapal Cost Guard China Trobos Laut Natuna. Perbesar

Kapal Cost Guard China Trobos Laut Natuna.

Lensawarta – Laut Natuna, yang kaya akan cadangan minyak dan sumber daya laut, kini menjadi titik panas ketegangan antara Indonesia dan China. Insiden ini dipicu oleh konfrontasi antara kapal TNI Angkatan Laut Indonesia dan kapal Coast Guard China dengan nomor lambung 5403 di wilayah Laut China Selatan.

Kepentingan strategis Natuna tidak diragukan lagi, mengingat potensi sumber daya alamnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan Indonesia. Namun, keberanian China untuk memasuki perairan ini telah menimbulkan kekhawatiran, terlebih dengan kehadiran patroli rutin TNI AL di perbatasan.

Dalam upaya mempertahankan kedaulatan, TNI Angkatan Laut telah meningkatkan keamanan di sekitar Laut Natuna, terutama menghadapi kapal patroli China yang kerap terlihat di wilayah tersebut. Tindakan preventif telah diambil untuk menghalau kapal-kapal asing yang mencoba memasuki perairan Indonesia.

Baca Juga: Stop Lakukan Kebiasaan Sepele Ini Bisa Jadi Alasan Tagihan Listrik Membengkak, Simak Penjelasannya

Laksamana Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Laut, telah mengkonfirmasi pengiriman kapal perang, pesawat patroli maritim, dan drone untuk mengawasi aktivitas kapal patroli China.

Dalam sebuah insiden yang terekam video dan dibagikan oleh Mardigu Wowiek di Instagram, terlihat seorang perwira TNI AL berkomunikasi dalam bahasa Inggris untuk mengusir kapal Coast Guard China yang melakukan manuver berisiko tinggi, membahayakan keselamatan kapal-kapal Indonesia, KRI Tjiptadi 381 dan KRI Tengku Umar 385.

Situasi menjadi tegang ketika perwira TNI AL menerima respons dalam bahasa Indonesia dari kapal China, yang menegaskan bahwa mereka sedang menjalankan misi resmi di zona yang mereka klaim sebagai perairan tradisional China, dan meminta Indonesia untuk tidak menghalangi mereka.

Baca Juga: Mau Beraktivitas? Cek Prakiraan Cuaca Lumajang Hari Ini Jumat 3 Mei 2024

China semakin agresif dalam upaya mereka untuk mengeksplorasi sumber daya alam di perairan Indonesia. Dengan kemungkinan Prabowo Subianto menjadi presiden, diharapkan akan ada penguatan lebih lanjut di Laut Natuna dengan penambahan armada kapal perang.

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perhotelan Malang Siap Sambut 100 Ribu Jemaah NU, Tarif Tetap Stabil

3 Februari 2026 - 15:57 WIB

Erupsi Semeru Picu Hujan Abu di Senduro, Warga Keluhkan Aktivitas Harian Terganggu

3 Februari 2026 - 15:07 WIB

Jalan Rusak Tergerus Lahar, Warga Lumajang Terpaksa Lewati Area Persawahan

3 Februari 2026 - 13:50 WIB

Berpacu dengan Ancaman Lahar, Perbaikan Tanggul Sungai Regoyo Dikebut

3 Februari 2026 - 13:33 WIB

Gunung Semeru Tertutup Kabut, Aktivitas Vulkanik Level III Tetap Siaga

1 Februari 2026 - 11:45 WIB

Hadapi Ancaman Tahunan Semeru, Lumajang Siapkan Generasi Tangguh Bencana

30 Januari 2026 - 08:06 WIB

Trending di Nasional