Tukang Becak Lumajang Berangkat Haji, Ini Kisahnya - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 4 Mei 2025 15:43 WIB ·

Tukang Becak Lumajang Berangkat Haji, Ini Kisahnya


 Tukang Becak Lumajang Berangkat Haji, Ini Kisahnya Perbesar

Lensa Warta –

Deru roda becak yang selama ini melintasi jalanan Lumajang menyimpan kisah luar biasa. Syaifudin, pria berusia 75 tahun, mengayuh becak sejak 1978. Kini, mimpi besarnya menjadi kenyataan: ia dan sang istri akan menunaikan ibadah haji pada Juni 2025.

Setelah puluhan tahun bekerja keras dan menabung dari hasil menarik becak, Syaifudin tercatat sebagai calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Lumajang. Impian ini bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi buah dari keteguhan hati dan kesederhanaan hidup yang luar biasa.

Kemenag Peringatkan Calon Jemaah Haji, Waspada Terhadap Praktik Joki Hajar Aswad di Tanah Suci

Kisah haru ini menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Lumajang. Pada Sabtu (2/5/2025), Bupati Indah Amperawati, Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, dan Kepala Dinas Sosial mengunjungi rumah Syaifudin sebagai bentuk dukungan dan penghormatan.

“Beliau ini bukti nyata bahwa kerja keras dan ketulusan tidak pernah sia-sia,” ujar Bunda Indah.

Mas Yudha turut menyampaikan doa agar ibadah Syaifudin berjalan lancar dan menjadi inspirasi bagi warga lainnya.

“Kami mendoakan haji mabrur untuk beliau dan keluarga,” ucapnya.

Setiap hari, Syaifudin berjuang mencari nafkah. Ia menolak menyerah pada keterbatasan. Dengan tekad kuat, ia dan istrinya menabung sedikit demi sedikit. Tak pernah tergoda menggunakannya meski hidup kadang sulit.

Istrinya pun berperan penting—mengatur keuangan rumah tangga dengan sabar dan sederhana. Bersama, mereka menjalani hidup dalam keterbatasan, namun tetap berpegang pada nilai kejujuran dan harapan.

Kabar keberangkatan Syaifudin menyebar cepat. Warga sekitar, pelanggan, dan kerabat memberikan selamat. Banyak yang menyebutnya sebagai panutan dan inspirasi.

“Perjuangannya luar biasa. Dia guru kehidupan bagi kami,” kata seorang tetangga.

Pemerintah berharap kisah ini bisa menginspirasi generasi muda bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bermimpi besar. Ketulusan, kesabaran, dan kerja keras adalah kunci utamanya.

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Erupsi Semeru Disertai Awan Panas 4,5 Kilometer dan Kolom Abu 1.000 Meter

19 Juni 2026 - 11:13 WIB

Aliansi Mahasiswa menggugat, Enam Tuntutan Dibawa ke DPRD Lumajang

18 Juni 2026 - 15:12 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Jadi Perhatian Warga Lumajang, Antrean Pertalite Mengular

11 Juni 2026 - 08:47 WIB

Pelemahan Rupiah Mulai Tekan Harga Kebutuhan Pokok di Lumajang

9 Juni 2026 - 15:22 WIB

Dampak Pelemahan Rupiah, Harga Ban Motor di Lumajang Kini Tembus Rp 325 Ribu

7 Juni 2026 - 10:38 WIB

Dari Surabaya ke Pegangsaan Timur: Jejak Panjang Bung Karno Menuju Proklamasi Kemerdekaan

6 Juni 2026 - 16:25 WIB

Trending di Nasional