Krisis Air Bersih di Probolinggo Meluas, 14 Desa Sudah Terdampak - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 8 Sep 2025 08:25 WIB ·

Krisis Air Bersih di Probolinggo Meluas, 14 Desa Sudah Terdampak


 Krisis Air Bersih di Probolinggo Meluas, 14 Desa Sudah Terdampak Perbesar

Probolinggo, – Krisis air bersih di Kabupaten Probolinggo terus meluas. Hingga akhir Agustus, sebanyak 14 desa di empat kecamatan mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat, desa-desa yang terdampak tersebar di Kecamatan Tegalsiwalan, Banyuanyar, Tiris, dan Leces.

Total pengiriman air bersih yang telah dilakukan sejak Juni hingga Agustus mencapai 324.000 liter.

“Dari data sebelumnya, ada beberapa wilayah yang memang rutin mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau. Kami terus memantau dan menyiagakan petugas untuk mendistribusikan air bersih,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Zubaidullah, Senin (8/9/25).

Baca juga: Polrestabes Surabaya Tetapkan 33 Tersangka Ricuh Demo, 9 Ditetapkan oleh Polda

Empat desa di Kecamatan Tegalsiwalan yang telah menerima bantuan air bersih yakni Tegalsono, Bulujaran Lor, Bulujaran Kidul, dan Gunung Bekel. Sementara di Kecamatan Banyuanyar, desa terdampak meliputi Liprak Kidul, Klenang Kidul, Gunung Geni, dan Gading Kulon.

“Desa Tulupari, Rejing, dan Pesawahan di Kecamatan Tiris juga menjadi sasaran distribusi. Di Kecamatan Leces, distribusi dilakukan ke Desa Malasan Kulon, Tigasan Wetan, dan Tigasan Kulon,” ungkapnya.

Baca juga: 17 Pejabat Plt Ditunjuk, Pemkab Jember Isi Kekosongan Jabatan Strategis

Zubaidullah menjelaskan, krisis air bersih disebabkan oleh dua faktor utama, yakni kemarau yang menyebabkan sumur dan sumber air mengering. “Serta kerusakan infrastruktur pipanisasi akibat bencana seperti gempa atau kecelakaan kendaraan,” katanya.

BPBD Kabupaten Probolinggo telah memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk mempercepat respons terhadap laporan krisis air. Begitu ada laporan masuk, tim BPBD akan turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi sebelum penyaluran air bersih dilakukan.

“Kebutuhan air bersih ini sangat vital, mulai dari memasak, mandi, hingga mencuci. Karena itu, kami terus lakukan pemantauan wilayah yang berpotensi mengalami krisis, terutama karena saat ini masih awal musim kemarau,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah