Krisis Air Bersih di Probolinggo Meluas, 14 Desa Sudah Terdampak - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 8 Sep 2025 08:25 WIB ·

Krisis Air Bersih di Probolinggo Meluas, 14 Desa Sudah Terdampak


 Krisis Air Bersih di Probolinggo Meluas, 14 Desa Sudah Terdampak Perbesar

Probolinggo, – Krisis air bersih di Kabupaten Probolinggo terus meluas. Hingga akhir Agustus, sebanyak 14 desa di empat kecamatan mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat, desa-desa yang terdampak tersebar di Kecamatan Tegalsiwalan, Banyuanyar, Tiris, dan Leces.

Total pengiriman air bersih yang telah dilakukan sejak Juni hingga Agustus mencapai 324.000 liter.

“Dari data sebelumnya, ada beberapa wilayah yang memang rutin mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau. Kami terus memantau dan menyiagakan petugas untuk mendistribusikan air bersih,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Zubaidullah, Senin (8/9/25).

Baca juga: Polrestabes Surabaya Tetapkan 33 Tersangka Ricuh Demo, 9 Ditetapkan oleh Polda

Empat desa di Kecamatan Tegalsiwalan yang telah menerima bantuan air bersih yakni Tegalsono, Bulujaran Lor, Bulujaran Kidul, dan Gunung Bekel. Sementara di Kecamatan Banyuanyar, desa terdampak meliputi Liprak Kidul, Klenang Kidul, Gunung Geni, dan Gading Kulon.

“Desa Tulupari, Rejing, dan Pesawahan di Kecamatan Tiris juga menjadi sasaran distribusi. Di Kecamatan Leces, distribusi dilakukan ke Desa Malasan Kulon, Tigasan Wetan, dan Tigasan Kulon,” ungkapnya.

Baca juga: 17 Pejabat Plt Ditunjuk, Pemkab Jember Isi Kekosongan Jabatan Strategis

Zubaidullah menjelaskan, krisis air bersih disebabkan oleh dua faktor utama, yakni kemarau yang menyebabkan sumur dan sumber air mengering. “Serta kerusakan infrastruktur pipanisasi akibat bencana seperti gempa atau kecelakaan kendaraan,” katanya.

BPBD Kabupaten Probolinggo telah memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk mempercepat respons terhadap laporan krisis air. Begitu ada laporan masuk, tim BPBD akan turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi sebelum penyaluran air bersih dilakukan.

“Kebutuhan air bersih ini sangat vital, mulai dari memasak, mandi, hingga mencuci. Karena itu, kami terus lakukan pemantauan wilayah yang berpotensi mengalami krisis, terutama karena saat ini masih awal musim kemarau,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah