Lumajang, – Banjir lahar hujan dari Gunung Semeru kembali menerjang kawasan Jembatan Gantung Kali Regoyo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Rabu (8/4/2026).
Arus deras yang membawa material vulkanik itu menyeret satu unit alat berat berwarna kuning yang berada di sekitar aliran sungai. Kejadian ini terjadi setelah hujan mengguyur kawasan puncak Gunung Semeru.
Berdasarkan catatan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, pada pukul 11.34 tercatat amplitudo maksimum (amax) mencapai 35 milimeter, yang menandakan peningkatan aktivitas aliran material di tubuh gunung.
Aliran lahar hujan melintas di sepanjang daerah aliran sungai, termasuk kawasan Besuk Kobo’an, jalur utama material vulkanik dari Semeru. Kondisi ini berpotensi membahayakan aktivitas masyarakat, terutama penambang pasir dan pengemudi truk yang beroperasi di sekitar sungai.
Kapolsek Candipuro AKP Lugito membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani evakuasi alat berat yang terbawa arus.
“Benar, insyaallah segera bisa dievakuasi,” katanya.
Ia juga menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai melalui grup WhatsApp dan komunitas warga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yidi Cahyono, menambahkan hujan yang masih mengguyur kawasan puncak Semeru meningkatkan risiko banjir lahar maupun awan panas.
“Saat ini terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Semeru. Mohon yang beraktivitas di daerah aliran sungai dan sekitarnya untuk hati-hati karena potensi banjir lahar hujan dan awan panas sewaktu-waktu bisa terjadi,” kata Yudi.
Tinggalkan Balasan