Layanan Perempuan dan Anak Terancam? Aktivis Soroti Pengosongan Gedung DP3AKB Jember - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 7 Jan 2026 18:24 WIB ·

Layanan Perempuan dan Anak Terancam? Aktivis Soroti Pengosongan Gedung DP3AKB Jember


 Layanan Perempuan dan Anak Terancam? Aktivis Soroti Pengosongan Gedung DP3AKB Jember Perbesar

Jember, – Rencana pengosongan Gedung Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember memicu kekhawatiran dari kalangan aktivis perempuan dan anak. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi mengganggu keberlanjutan layanan strategis yang selama ini menjadi garda terakhir perlindungan hak perempuan dan anak.

Fasilitator Daerah Pengarusutamaan Gender (Fasda PUG) Kabupaten Jember sekaligus Ketua Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jember, Saras Dumasari, mengaku terkejut setelah menerima informasi pada Senin sore, 6 Januari 2026, bahwa gedung DP3AKB harus segera dikosongkan.

Menurut Saras, informasi pengosongan tersebut disampaikan tanpa disertai kejelasan lokasi pengganti maupun jaminan bahwa layanan perempuan dan anak akan tetap berjalan optimal. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan organisasi masyarakat sipil yang selama ini terlibat aktif dalam isu perlindungan perempuan dan anak.

“Kami sangat prihatin karena tidak ada kepastian ke mana layanan ini akan dipindahkan dan bagaimana keberlanjutannya. Yang dipertaruhkan bukan sekadar gedung, tetapi layanan strategis bagi perempuan dan anak,” katanya, Rabu (7/1/2026).

Saras menjelaskan, sebelumnya pemerintah daerah telah melibatkan berbagai NGO perempuan dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah RPJMD hingga penetapan Perda SOTK Tahun 2025 pada 4 Juli 2025.

Dalam proses tersebut, pemerintah disebut telah memastikan bahwa meskipun terjadi penggabungan organisasi perangkat daerah, layanan perempuan dan anak tetap terjamin.

“Dalam forum resmi, pemerintah menyampaikan bahwa penggabungan DP3AKB dengan Dinas Sosial P3A dan Dinas Kesehatan tidak akan mengurangi kualitas layanan, termasuk jaminan lokasi. Namun, kondisi di lapangan justru menimbulkan tanda tanya besar,” katanya.

Ia menegaskan, salah satu layanan yang tidak boleh terabaikan adalah layanan dispensasi nikah (Diska). Layanan ini dinilai sangat krusial sebagai pintu awal penyaringan bagi perempuan dan anak yang berpotensi mengalami kekerasan, kehamilan tidak diinginkan, hingga putus sekolah.

“Layanan dispensasi nikah adalah pintu gerbang terakhir negara dalam melindungi hak perempuan dan anak. Jika Jember serius ingin mencapai target nol perkawinan anak, layanan ini harus dijaga,” tegas Saras.

Lebih lanjut, Saras menekankan bahwa kalangan NGO perempuan tidak mempermasalahkan penggabungan dinas, selama akuntabilitas dan komitmen layanan tetap terjaga. Namun, hingga kini belum ada kejelasan terkait struktur organisasi pasca merger, khususnya penetapan kepala bidang yang menangani perlindungan perempuan dan anak.

“Belum adanya kepastian struktur ini menimbulkan kekhawatiran bahwa isu perempuan dan anak justru akan terpinggirkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Jember, Said Karim, menjelaskan bahwa penggunaan Gedung DP3AKB oleh KPPG bersifat pinjam pakai dan telah melalui permohonan resmi kepada Bupati Jember. Ia menyebutkan, KPPG Jember melayani wilayah yang cukup luas, mencakup sekitar 22 kabupaten dan kota di Jawa Timur bagian timur.
Terkait.

“roses tersebut telah direncanakan sejak lama, meski pemberitahuan resmi baru disampaikan belakangan karena menyesuaikan kesiapan teknis,” kata dia.

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional