Lebih dari 50% Warga Binaan Lapas Lumajang Diusulkan Remisi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Daerah · 13 Agu 2025 13:46 WIB ·

Lebih dari 50% Warga Binaan Lapas Lumajang Diusulkan Remisi


 Lebih dari 50% Warga Binaan Lapas Lumajang Diusulkan Remisi Perbesar

Lumajang, – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lumajang mengusulkan pemberian remisi kepada lebih dari separuh penghuninya sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka menjalani program pembinaan.

Sebanyak 520 orang warga binaan diusulkan menerima remisi, yang berarti sekitar 50 persen lebih dari total penghuni Lapas saat ini. Angka ini menjadi indikator positif keberhasilan sistem pembinaan dan efektivitas program pemasyarakatan yang dijalankan oleh Lapas Lumajang.

Kepala Lapas Kelas IIB Lumajang, Mahendra Sulaksana, menyatakan bahwa remisi merupakan bentuk penghargaan atas usaha perbaikan diri yang telah dilakukan oleh para warga binaan.

Baca juga: Semarak Lomba Baris Berbaris Pelajar SD & SMP Warnai HUT RI ke-80 di Lumajang

“Remisi ini adalah penghargaan atas upaya perbaikan diri. Kami berharap ini menjadi motivasi untuk terus melangkah ke arah yang lebih baik,” kata Mahendra, Rabu (13/8/25).

Remisi yang diajukan bervariasi, mulai dari satu hingga enam bulan pengurangan masa hukuman.

Baca juga: Petani Pisang Mas Kirana Lumajang Dapat Alat Modern, Siap Tembus Pasar Ekspor Global

Besaran remisi ditentukan berdasarkan lama masa pidana yang telah dijalani dan tingkat partisipasi warga binaan dalam berbagai program pembinaan di Lapas.

Menurut Mahendra, pemberian remisi dilakukan melalui proses seleksi ketat sesuai ketentuan dari Kementerian Hukum dan HAM, sehingga hanya warga binaan yang memenuhi syarat yang berhak menerima remisi tersebut.

Lebih jauh, Mahendra menegaskan bahwa remisi bukan hanya sekadar pengurangan masa tahanan, tetapi merupakan bagian dari strategi sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada reintegrasi sosial.

“Tujuan kami adalah agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif, mandiri, dan membawa dampak positif bagi lingkungan,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Silpa APBD Jember Tembus Rp700 Miliar, DPRD Siapkan Evaluasi Besar-besaran OPD

2 Januari 2026 - 16:53 WIB

Senduro Masuk Kategori Mandiri, Bukti Desa Mampu Menjadi Garda Terdepan Pelestarian Lingkungan

2 Januari 2026 - 16:14 WIB

Data Lemah, Pembinaan Minim, Petani Pisang Terjebak Sistem Off Taker

2 Januari 2026 - 15:52 WIB

Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa

2 Januari 2026 - 14:18 WIB

Ganti Ambulans Rusak Berat, Pemkab Lumajang Serahkan 29 Armada Baru ke Desa

2 Januari 2026 - 14:12 WIB

Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial

2 Januari 2026 - 14:02 WIB

Trending di Daerah