Menguatkan Budaya Literasi di Era Digital melalui Gerakan Komunitas Majang Buku - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 14 Apr 2025 13:50 WIB ·

Menguatkan Budaya Literasi di Era Digital melalui Gerakan Komunitas Majang Buku


 Menguatkan Budaya Literasi di Era Digital melalui Gerakan Komunitas Majang Buku Perbesar

Lumajang — Di tengah arus informasi digital yang begitu deras, komunitas literasi vital untuk membentuk masyarakat yang paham akan informasi dan mampu berpikir kritis. Salah satu inisiatif lokal yang aktif di bidang ini adalah Komunitas Literasi Majang Buku yang berbasis di Kabupaten Lumajang.

Komunitas ini didirikan pada Februari 2024 sebagai tempat berbagi pengetahuan dan untuk meningkatkan budaya membaca di dari Learning and Development Majang Buku, menjelaskan bahwa komunitas ini bermula dari niat sekelompok anak muda yang suka membaca dan ingin berbagi manfaat literasi dengan lebih luas.

“Kami mulanya hanya punya satu yaitu memajang buku-buku bacaan kami agar bisa diakses oleh siapa saja yang ingin membaca. Kami berharap semangat membaca ini bisa menyebar masyarakat,” kata Rosa dalam talkshow bersama LPPL Radio Suara Lumajang, Sabtu (12/04/2025).

Ia juga menambahkan bahwa dengan memberikan akses gratis terhadap buku dan sumber informasi lainnya, masyarakat dapat didorong untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan literasi secara mandiri.

Lebih lanjut, Rosa berharap terjalin kolaborasi antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah daerah agar gerakan literasi di Lumajang dapat berkembang secara berkelanjutan. “Literasi bukan hanya tanggung jawab komunitas, tetapi tanggung jawab bersama. Jika kita bergerak bersama, budaya literasi di Lumajang akan terus hidup dan berkembang,” tuturnya. Di sisi lain, yang bertanggung jawab atas kemitraan di Majang Buku menjelaskan bahwa komunitas ini memiliki berbagai program kreatif untuk meningkatkan minat baca masyarakat, antara lain: Piknik Buku, Temu Bicara Tulis (Teralis), Parkir Pikir, Ruang Perempuan Bersuara, Perpustakaan Online, Diam-Diam Baca, dan Club 5 Pagi.

“Program-program ini dirancang agar kegiatan membaca menjadi lebih menarik dan tidak monoton. Baik secara daring maupun luring, kami rutin menyelenggarakan sesi baca bersama,” jelas Shabila.

Ia juga berharap Majang Buku dapat menjadi ruang literasi yang untuk anak-anak, sehingga mereka bisa belajar, bermain, dan membangun kebiasaan membaca sejak dini.

Dengan pendekatan inklusif dan kreatif, Komunitas Majang Buku menunjukkan bahwa literasi lebih dari membaca; itu adalah pintu menuju masyarakat yang lebih cerdas, kritis, dan sadar informasi di era digital.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Selama Libur Idulfitri, ASN Lumajang Diminta Hemat BBM dan Listrik

19 Maret 2026 - 13:52 WIB

Dari Laut ke Keheningan, Makna Sakral Melasti hingga Catur Brata Penyepian

18 Maret 2026 - 23:15 WIB

Tawur Agung Kesango, Upaya Menyucikan Buana Alit dan Buana Agung

18 Maret 2026 - 23:04 WIB

Nyepi dan Ramadan Beriringan, Budiono Ajak Jaga Kerukunan

18 Maret 2026 - 22:41 WIB

Ogoh-Ogoh sebagai Simbol Negatif, Tradisi Pengerupukan Sarat Makna

18 Maret 2026 - 22:18 WIB

Masjid Jadi Oase Pemudik di Lumajang saat Arus Mudik Lebaran

18 Maret 2026 - 17:17 WIB

Trending di Daerah