Menguatkan Budaya Literasi di Era Digital melalui Gerakan Komunitas Majang Buku - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 14 Apr 2025 13:50 WIB ·

Menguatkan Budaya Literasi di Era Digital melalui Gerakan Komunitas Majang Buku


 Menguatkan Budaya Literasi di Era Digital melalui Gerakan Komunitas Majang Buku Perbesar

Lumajang — Di tengah arus informasi digital yang begitu deras, komunitas literasi vital untuk membentuk masyarakat yang paham akan informasi dan mampu berpikir kritis. Salah satu inisiatif lokal yang aktif di bidang ini adalah Komunitas Literasi Majang Buku yang berbasis di Kabupaten Lumajang.

Komunitas ini didirikan pada Februari 2024 sebagai tempat berbagi pengetahuan dan untuk meningkatkan budaya membaca di dari Learning and Development Majang Buku, menjelaskan bahwa komunitas ini bermula dari niat sekelompok anak muda yang suka membaca dan ingin berbagi manfaat literasi dengan lebih luas.

“Kami mulanya hanya punya satu yaitu memajang buku-buku bacaan kami agar bisa diakses oleh siapa saja yang ingin membaca. Kami berharap semangat membaca ini bisa menyebar masyarakat,” kata Rosa dalam talkshow bersama LPPL Radio Suara Lumajang, Sabtu (12/04/2025).

Ia juga menambahkan bahwa dengan memberikan akses gratis terhadap buku dan sumber informasi lainnya, masyarakat dapat didorong untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan literasi secara mandiri.

Lebih lanjut, Rosa berharap terjalin kolaborasi antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah daerah agar gerakan literasi di Lumajang dapat berkembang secara berkelanjutan. “Literasi bukan hanya tanggung jawab komunitas, tetapi tanggung jawab bersama. Jika kita bergerak bersama, budaya literasi di Lumajang akan terus hidup dan berkembang,” tuturnya. Di sisi lain, yang bertanggung jawab atas kemitraan di Majang Buku menjelaskan bahwa komunitas ini memiliki berbagai program kreatif untuk meningkatkan minat baca masyarakat, antara lain: Piknik Buku, Temu Bicara Tulis (Teralis), Parkir Pikir, Ruang Perempuan Bersuara, Perpustakaan Online, Diam-Diam Baca, dan Club 5 Pagi.

“Program-program ini dirancang agar kegiatan membaca menjadi lebih menarik dan tidak monoton. Baik secara daring maupun luring, kami rutin menyelenggarakan sesi baca bersama,” jelas Shabila.

Ia juga berharap Majang Buku dapat menjadi ruang literasi yang untuk anak-anak, sehingga mereka bisa belajar, bermain, dan membangun kebiasaan membaca sejak dini.

Dengan pendekatan inklusif dan kreatif, Komunitas Majang Buku menunjukkan bahwa literasi lebih dari membaca; itu adalah pintu menuju masyarakat yang lebih cerdas, kritis, dan sadar informasi di era digital.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Pemuda Pancasila Lumajang Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pengurus DPC Madas

23 Mei 2026 - 16:02 WIB

Surat DLH Dibantah Bupati, Koordinasi Pemkab Lumajang Dipertanyakan

23 Mei 2026 - 09:44 WIB

Baru Masa Tanam, Sawah di Lumajang Keburu Diterjang Banjir

21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Lumajang Patroli Cek Pemasangan CCTV dan PJU di Sukodono

20 Mei 2026 - 01:13 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai di Biting, Penanganan Dimulai Awal Juni

18 Mei 2026 - 15:55 WIB

Bupati Lumajang Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Pemerintahan, Inspektorat Disebut Jadi Pisau Pengawasan

18 Mei 2026 - 12:52 WIB

Trending di Daerah