Surat DLH Dibantah Bupati, Koordinasi Pemkab Lumajang Dipertanyakan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 23 Mei 2026 09:44 WIB ·

Surat DLH Dibantah Bupati, Koordinasi Pemkab Lumajang Dipertanyakan


 Surat DLH Dibantah Bupati, Koordinasi Pemkab Lumajang Dipertanyakan Perbesar

Lumajang, – Keputusan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang meniadakan kegiatan car free day (CFD) di Alun-alun Lumajang pada Minggu, 24 Mei 2026 memunculkan pertanyaan mengenai koordinasi internal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Kebijakan itu tertuang dalam surat bernomor 600.4/231/427.47/2026 yang ditandatangani Kepala DLH Lumajang, Hertutik, pada Kamis, 21 Mei 2026. Dalam surat tersebut disebutkan CFD ditiadakan sementara karena adanya kegiatan Lomba Burung Berkicau Wakil Bupati Cup.

“Sehubungan dengan adanya kegiatan Lomba Burung Berkicau Wakil Bupati Cup, maka untuk sementara kegiatan CFD pada hari Minggu, 24 Mei 2026 ditiadakan,” demikian isi surat pemberitahuan yang beredar di masyarakat.

Namun, tidak lama setelah surat itu menuai respons publik di media sosial, Indah Amperawati membantah adanya peliburan CFD. Ia menegaskan kegiatan tetap berlangsung seperti biasa dan meminta DLH segera merevisi surat tersebut.

“Minggu ini CFD tidak libur kok, tetap ada. Kalau DLH mengeluarkan surat ini nanti akan diralat dan sudah saya konfirmasi itu ke kepala dinasnya,” kata Indah, Sabtu (22/5/2026).

Perbedaan pernyataan antara organisasi perangkat daerah dan kepala daerah itu memunculkan sorotan terhadap sinkronisasi kebijakan di internal pemerintah daerah. Terlebih, CFD selama ini bukan sekadar agenda olahraga rutin, melainkan ruang publik yang menjadi pusat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat kecil setiap akhir pekan.

Titik Wulansari, warga Kecamatan Lumajang, menilai kegiatan lomba burung dan CFD semestinya dapat berjalan bersamaan tanpa harus saling meniadakan.

“Kenapa harus ditiadakan CFD-nya? Kan semakin ramai kalau ada CFD dan lomba burung, jadi jualan PKL bisa semakin ramai,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Masa Tanam, Sawah di Lumajang Keburu Diterjang Banjir

21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Lumajang Patroli Cek Pemasangan CCTV dan PJU di Sukodono

20 Mei 2026 - 01:13 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai di Biting, Penanganan Dimulai Awal Juni

18 Mei 2026 - 15:55 WIB

Bupati Lumajang Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Pemerintahan, Inspektorat Disebut Jadi Pisau Pengawasan

18 Mei 2026 - 12:52 WIB

Mengantar hingga Ujung Jalan, Keluarga Jemaah Haji Lumajang Lepas

17 Mei 2026 - 03:56 WIB

Jemaah Haji Risiko Tinggi asal Lumajang Diberangkatkan dengan Pendampingan Khusus

16 Mei 2026 - 18:05 WIB

Trending di Daerah