Musim Hujan Datang, Lumajang Waspadai Longsor di Daerah Rawan Pegunungan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Daerah · 3 Nov 2025 11:12 WIB ·

Musim Hujan Datang, Lumajang Waspadai Longsor di Daerah Rawan Pegunungan


 Musim Hujan Datang, Lumajang Waspadai Longsor di Daerah Rawan Pegunungan Perbesar

Lumajang, – Memasuki awal musim hujan, potensi bencana tanah longsor mulai mengintai wilayah pegunungan di Kabupaten Lumajang. Salah satunya terjadi di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, pada Minggu (2/11/2025), setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Peristiwa longsor yang menutup sebagian badan jalan desa itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama di daerah dengan lereng curam dan kondisi tanah jenuh air.

Baca juga:Kasus Lumajang Jadi Peringatan, Anak di Bawah Asuhan Keluarga Rentan Jadi Korban Kekerasan Seksual

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, menjelaskan intensitas hujan tinggi di wilayah pegunungan menjadi faktor utama penyebab pergerakan tanah.

“Kondisi tanah di Pronojiwo dan sekitarnya sudah jenuh air. Ini meningkatkan risiko longsor, terutama di daerah dengan kemiringan lereng yang tajam,” kata Yudhi, Senin (3/11/2025).

Baca juga:Hujan Ekstrem Tiga Hari, Ribuan Warga Lumajang Terjebak Banjir di Tiga Kecamatan

Menurutnya, tim BPBD langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan asesmen lapangan dan pembersihan material bersama perangkat desa serta relawan. Meski akses jalan sempat tertutup sebagian, saat ini jalur tersebut sudah bisa dilalui dengan hati-hati.

Selain Pronojiwo, Yudhi menyebut beberapa kecamatan lain di Lumajang juga berpotensi mengalami bencana serupa, seperti Candipuro, Tempursari, Gucialit, dan Pasrujambe.

“Kami sudah memasang peringatan dini di sejumlah titik rawan longsor. Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika melihat retakan di tanah atau tebing,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelantikan Pejabat Baru di Jember Dibayangi Silpa Rp700 Miliar

3 Januari 2026 - 11:00 WIB

Ketahanan Pangan Terancam Jadi Korban Silpa, DPRD Minta Perencanaan APBD Lebih Matang

3 Januari 2026 - 09:22 WIB

Silpa Rp 700 Miliar Jadi Alarm Keras Kinerja OPD di Tahun Awal Pemerintahan Jember

3 Januari 2026 - 09:08 WIB

Silpa APBD Jember Tembus Rp700 Miliar, DPRD Siapkan Evaluasi Besar-besaran OPD

2 Januari 2026 - 16:53 WIB

Senduro Masuk Kategori Mandiri, Bukti Desa Mampu Menjadi Garda Terdepan Pelestarian Lingkungan

2 Januari 2026 - 16:14 WIB

Data Lemah, Pembinaan Minim, Petani Pisang Terjebak Sistem Off Taker

2 Januari 2026 - 15:52 WIB

Trending di Daerah