Lumajang, – Pertumbuhan sektor pariwisata di Lumajang tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisata, tetapi juga memberi efek langsung terhadap UMKM lokal. Pemerintah daerah menilai adanya multiplier effect yang signifikan bagi kuliner, transportasi, akomodasi, hingga industri kerajinan bambu.
Produk khas Lumajang seperti kopi lokal, salak pondoh, dan berbagai olahan pangan tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga memperkaya pengalaman wisata.
“Ketika sektor pariwisata tumbuh, permintaan terhadap produk UMKM ikut meningkat. Ini menciptakan sirkulasi ekonomi yang lebih dinamis dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya, Jumat (27/2/2026).
Strategi sinergi antara pariwisata dan UMKM dianggap kunci untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan memanfaatkan potensi wilayah pegunungan yang subur, produk lokal dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM.
Tinggalkan Balasan