Pasca Erupsi, Pengungsi Dapat Bantuan Rp600 Ribu Dari Pemkab Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 29 Nov 2025 11:16 WIB ·

Pasca Erupsi, Pengungsi Dapat Bantuan Rp600 Ribu Dari Pemkab Lumajang


 Pasca Erupsi, Pengungsi Dapat Bantuan Rp600 Ribu Dari Pemkab Lumajang Perbesar

Lumajang, – Sebanyak 22 keluarga korban erupsi Gunung Semeru hingga kini masih belum memiliki hunian tetap (huntap) setelah rumah mereka hilang akibat erupsi pada 19 November 2025.

Untuk menunjang kebutuhan dasar mereka, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memastikan akan menyalurkan dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan sampai relokasi baru ditetapkan dan rumah permanen dibangun.

Para keluarga ini merupakan bagian dari sekitar 200 rumah yang rusak akibat letusan tersebut. Banyak di antara mereka sebelumnya tidak terdaftar sebagai penerima huntap pada program relokasi erupsi 2021, sehingga saat bencana kembali terjadi, mereka kehilangan tempat tinggal tanpa ada tujuan relokasi pasti.

“Kami sedang mendata ulang. Ada warga yang rumahnya hilang tetapi belum punya hunian tetap di relokasi sebelumnya. Mereka yang tidak punya rumah akan kami carikan solusi, termasuk pemberian dana tunggu hunian Rp600.000 per bulan setiap kartu keluarga,” ungkap Bupati Lumajang Indah Amperawati, Sabtu (29/11/2025).

Bantuan DTH diproyeksikan menjadi penyangga kebutuhan dasar warga, terutama untuk biaya hidup selama mereka tidak memiliki rumah. Dana tersebut akan diberikan selama masa tanggap darurat yang telah diperpanjang hingga 2 Desember 2025 dan dapat berlanjut sampai proses penempatan huntap baru selesai.

Pemkab Lumajang saat ini juga tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari lahan relokasi baru bagi warga yang kehilangan rumah. Setelah proses verifikasi lapangan selesai, pemerintah daerah berencana membangun hunian tetap yang aman dan layak.

Di tengah proses tersebut, Bupati Indah kembali menegaskan agar warga tidak kembali menempati rumah lama di zona terdampak. Aktivitas Gunung Semeru masih fluktuatif dan wilayah itu dinilai tidak aman untuk dihuni.

“Keselamatan warga adalah yang utama. Jangan kembali ke rumah lama karena wilayah itu tidak aman,” katanya.

Disamping itu, sebagian warga kini tinggal di posko pengungsian, sementara lainnya menumpang di rumah saudara. Banyak dari mereka membawa serta anak kecil, lansia, dan anggota keluarga dengan kebutuhan khusus. Kondisi ini membuat keseharian warga tergantung pada bantuan logistik sambil menunggu kejelasan relokasi.

“Kami ingin segera punya tempat tinggal sendiri. Selama di pengungsian serba terbatas, tapi kami tidak berani pulang karena rumah sudah tidak layak,” ungkap Suherman salah satu warga pengungsi.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Tak Ada Titik Api di Jalur Pos 1-2 Ranu Kumbolo, BPBD Tetap Waspadai Asap di Watu Rejeng

14 September 2026 - 08:00 WIB

Satu Pendaki Ilegal Tersesat di Semeru, 7 Rekannya Berhasil Diamankan Petugas

9 September 2026 - 12:24 WIB

Trending di Nasional