Pendampingan Pemkab Lumajang untuk Dewangga Eza - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 3 Okt 2025 15:32 WIB ·

Pemkab Lumajang Dampingi Dewangga: Dari Biaya Medis hingga Kontrol ke RSUD Soetomo Surabaya


 Pemkab Lumajang Dampingi Dewangga: Dari Biaya Medis hingga Kontrol ke RSUD Soetomo Surabaya Perbesar

emkab Lumajang terus memberikan perhatian penuh kepada Dewangga Eza Naufal Al Yusen, santri Pondok Pesantren Asy Syarifi Pandanwangi Tempeh, yang menjadi korban setelah menenggak cairan berbahaya beberapa waktu lalu.
Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), saat menjenguk Dewangga di kediamannya pada Senin (29/9/2025).

Bunda Indah Pastikan Pendampingan Berkelanjutan

Bunda Indah menegaskan, pendampingan yang diberikan Pemkab tidak hanya berhenti pada bantuan medis awal, tetapi berlanjut hingga tahap kontrol lanjutan.

“Tanggal 6 nanti, anak ini akan kami dampingi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk kontrol lanjutan. Pemkab hadir bukan hanya sekali, tetapi terus mendampingi proses pengobatannya,” ujarnya.

Biaya Harian Capai Rp900 Ribu, Pemkab dan Baznas Ambil Peran

Hingga saat ini, Dewangga hanya bisa bertahan hidup dengan susu medis khusus senilai hampir Rp900 ribu per hari. Menyadari beban berat tersebut, Pemkab Lumajang bersama Baznas turun tangan menanggung biaya kebutuhan harian.

“Obat harian dan kebutuhan susu medis yang cukup mahal sudah kami tanggung. Kami juga mendorong solidaritas masyarakat untuk ikut membantu langsung melalui orang tua korban,” tambah Bunda Indah.

Dukungan Sosial untuk Keluarga Korban

Selain dukungan kesehatan, Pemkab juga menyiapkan skema bantuan sosial agar keluarga Dewangga yang hidup sederhana tetap bisa bertahan dalam kondisi sulit. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan tidak ada warga yang menghadapi situasi kritis sendirian.

Kolaborasi Masyarakat Jadi Kekuatan Pemulihan

Pendampingan khusus ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memberi harapan baru bagi Dewangga untuk pulih dan beraktivitas kembali. Pemkab Lumajang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi, memperkuat solidaritas, dan membangun kepedulian sosial.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Puluhan Rumah Rusak dan Dapur Ambruk, Banjir Bandang Terjang Jember

3 Februari 2026 - 15:39 WIB

Trending di Daerah