Lumajang, – Kabupaten Lumajang kembali menegaskan diri sebagai daerah yang kaya akan potensi wisata alam. Kali ini, keindahan tersebut terungkap dari kawasan Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, melalui kegiatan trekking yang melibatkan Pemuda Pancasila Kabupaten Lumajang bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang.
Kolaborasi ini berhasil mengungkap pesona empat air terjun alami sekaligus membuka cerita tentang keberadaan air terjun kelima yang masih misterius, Sekar Khayangan.
Kegiatan trekking tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Lumajang, Agus Setiawan, dan diikuti oleh sejumlah anggota Pemuda Pancasila.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Lumajang, Galih Permadi, sebagai bentuk dukungan dan keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam pengembangan destinasi wisata berbasis alam dan petualangan.
Ketua Pemuda Pancasila Lumajang, Agus Setiawan, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemuda terhadap potensi alam yang dimiliki Lumajang, khususnya di wilayah Senduro yang masih menyimpan banyak keindahan tersembunyi.
“Kami bersama anggota Pemuda Pancasila Lumajang dan Kabid Destinasi Wisata Dispar Lumajang Mas Galih Permadi melakukan trekking ke Air Terjun Pikulun dan Manggisan di Desa Kandangan, Senduro. Jalurnya masih cukup ekstrem dan sangat menantang, terutama bagi pecinta trekking dan wisata petualangan,” kata Agus, Minggu (18/1/2026).
Menurutnya, keterlibatan Dispar Lumajang dalam kegiatan ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara pemuda dan pemerintah dalam menggali serta mengembangkan potensi wisata daerah secara berkelanjutan.
Selain itu, perjalanan menuju lokasi air terjun bukanlah jalur wisata biasa. Medan yang dilalui masih alami dan relatif belum tersentuh pengelolaan modern. Para peserta harus melewati jalur setapak di tengah hutan, tanjakan terjal, turunan licin, serta lintasan sempit yang menguji ketahanan fisik dan mental.
Namun justru kondisi tersebut menjadi nilai jual utama kawasan Kandangan, Senduro. Trekking ekstrem menawarkan pengalaman autentik bagi wisatawan yang haus akan tantangan dan ingin menyatu langsung dengan alam.
Sepanjang perjalanan, suasana hutan yang sejuk, pepohonan rimbun, serta suara alam yang alami menciptakan sensasi petualangan yang sulit ditemukan di tempat lain.
Setelah menempuh jalur yang cukup melelahkan, peserta trekking disuguhi panorama Air Terjun Pikulun (Picolo). Air terjun ini memiliki aliran air yang jernih dengan latar tebing alami dan vegetasi hijau yang lebat.
Kolam alami di bawahnya menambah kesan eksotis sekaligus menjadi tempat beristirahat setelah perjalanan panjang.
Tak jauh dari sana, Air Terjun Manggisan hadir dengan karakter berbeda. Debit air yang lebih deras, bebatuan besar di sekitarnya, serta panorama alam yang masih sangat alami menjadikan air terjun ini memiliki daya tarik tersendiri. Kedua air terjun tersebut menjadi bukti nyata kekayaan alam yang dimiliki Desa Kandangan.
Menariknya, berdasarkan hasil penelusuran, kawasan ini ternyata memiliki empat air terjun utama yang tersebar di jalur trekking. Keempatnya menyimpan keunikan masing-masing dan berpotensi besar dikembangkan sebagai paket wisata petualangan terpadu.
Selain empat air terjun yang telah terungkap, kegiatan ini juga membuka cerita tentang keberadaan air terjun kelima, yang dikenal dengan nama Air Terjun Sekar Khayangan. Air terjun ini masih belum banyak diketahui publik karena aksesnya yang tergolong sangat ekstrem.
Nama Sekar Khayangan sendiri diyakini mencerminkan keindahan luar biasa yang seolah berasal dari kahyangan. Namun hingga kini, jalur menuju air terjun tersebut belum dibuka secara resmi demi faktor keselamatan.
Agus Setiawan mengungkapkan pembukaan jalur menuju Air Terjun Sekar Khayangan sudah masuk dalam rencana ke depan.
“Untuk Sekar Khayangan, next time akan kita buka jalurnya kalau sudah musim kemarau. Kita ingin memastikan jalurnya aman sebelum bisa diakses lebih luas,” jelasnya.
Tinggalkan Balasan