Lumajang, – Pasca-erupsi Gunung Semeru, warga Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, menghadapi tantangan besar akibat material vulkanik yang menutup jalan dan halaman rumah mereka setinggi dua meter.
Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah menurunkan enam unit alat berat guna membersihkan material yang masih panas dan mengepul asap putih saat dipindahkan, Sabtu (22/11/2025).
Sejumlah warga menceritakan kesulitan yang mereka alami sejak erupsi terjadi.
“Kami tidak bisa keluar rumah, jalan desa tertutup, dan akses untuk kebutuhan sehari-hari terhambat. Anak-anak kesulitan pergi ke sekolah, sementara kebutuhan pokok terbatas,” kata Hanifa, seorang ibu rumah tangga di desa tersebut.
Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan pembersihan material vulkanik menjadi prioritas untuk membuka akses jalan dan membantu warga kembali beraktivitas.
“Yang kita lakukan tentu upaya pembersihan material vulkanik menggunakan alat berat agar akses jalan bisa terbuka serta pembersihan area terdampak lainnya,” ujar Gatot di lokasi.
Tinggalkan Balasan