Sengketa Tak Harus ke Pengadilan, Desa Lumajang Siap Jadi Tempat Mediasi Hukum - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 17 Okt 2025 13:55 WIB ·

Sengketa Tak Harus ke Pengadilan, Desa Lumajang Siap Jadi Tempat Mediasi Hukum


 Sengketa Tak Harus ke Pengadilan, Desa Lumajang Siap Jadi Tempat Mediasi Hukum Perbesar

Lumajang, – Tak semua konflik harus berakhir di meja hijau. Pemerintah Kabupaten Lumajang kini mendorong penyelesaian sengketa secara damai langsung di tingkat desa dan kelurahan melalui pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) sebagai pusat mediasi masyarakat.

Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Lumajang, Paiman, pendekatan ini sejalan dengan nilai-nilai lokal masyarakat Lumajang yang menjunjung tinggi musyawarah dan mufakat.

Baca juga: Bupati Lumajang: Waktunya Swasta Kembangkan Selokambang Secara Profesional

“Kita ingin mendorong penyelesaian masalah tidak selalu harus melalui pengadilan. Desa bisa menjadi ruang damai untuk menyelesaikan sengketa secara kekeluargaan. Posbakum menjadi instrumen kunci untuk itu,” jelasnya, Jumat (17/10/2025).

Paiman menekankan kepala desa dan lurah tidak hanya menjadi pemimpin administratif, tetapi juga fasilitator mediasi dalam menangani persoalan hukum warganya.

Dengan begitu, kehadiran hukum tidak lagi terasa kaku atau menakutkan, tetapi justru menjadi alat pemersatu dan penyelamat hubungan sosial masyarakat.

Baca juga: 51 Kebakaran Terjadi Selama September, Surabaya Waspada Musim Panas Ekstrem

“Kami ingin hukum itu hidup, menyembuhkan, bukan membuat takut. Sengketa rumah tangga, tanah, atau antarwarga bisa selesai di desa, dengan pendekatan hati ke hati,” imbuhnya.

Selain fungsi mediasi, Posbakum juga akan menjadi pusat layanan informasi, konsultasi, dan pendampingan hukum gratis bagi masyarakat desa, terutama mereka yang tidak memiliki akses ke pengacara atau lembaga hukum formal.

Penyuluhan ini juga melibatkan narasumber dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, yang memaparkan tata cara pembentukan Posbakum, peran perangkat desa dalam layanan hukum, serta pelaporan kegiatan hukum yang akuntabel.

“Kami tidak ingin hanya membentuk Posbakum sebagai simbol. Ia harus aktif, digunakan masyarakat, dan menjadi ruang solusi bagi persoalan hukum di tingkat desa,” tutup Paiman.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah