Setiap Hari Dipantau, Pengawasan Gizi Ketat di SPPG Lumajang Libatkan Ahli dan Dinkes - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 25 Agu 2025 13:01 WIB ·

Setiap Hari Dipantau, Pengawasan Gizi Ketat di SPPG Lumajang Libatkan Ahli dan Dinkes


 Setiap Hari Dipantau, Pengawasan Gizi Ketat di SPPG Lumajang Libatkan Ahli dan Dinkes Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan program Sentra Pangan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) berjalan dengan standar tinggi, terutama dalam aspek kualitas dan keamanan makanan.

Untuk itu, pengawasan dilakukan secara ketat setiap hari dengan melibatkan tim ahli gizi, akuntan, serta Dinas Kesehatan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan bahwa pengawasan harian ini bertujuan untuk menjamin makanan yang diberikan kepada siswa, ibu hamil, dan balita benar-benar layak konsumsi, memenuhi kebutuhan gizi, dan higienis.

Baca juga: PKK Jadikan Bazar Ajang Belajar Bisnis Bagi Warga Lumajang

Hal itu ia sampaikan saat melaunching Satuan Pelayanan Pemudahan Gizi (SPPG) di Dusun Tambak Rejo, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Senin (25/8/25).

Baca juga: Pemkot Surabaya Ultimatum Pengelola Pasar Tanjungsari, 7 Hari Atur Ulang atau Ditertibkan

“Sudah ada ahli gizi, ada akuntan, dan Dinas Kesehatan juga ikut terlibat langsung sebagai pemantau. Setiap hari dipantau, tidak boleh lengah,” tegasnya.

Menurut Indah, pengawasan tidak hanya mencakup kualitas bahan makanan, tetapi juga proses produksi dan distribusi. Hal ini penting agar makanan tetap layak konsumsi saat tiba di tangan penerima, terutama bagi wilayah dengan akses geografis sulit seperti Ranupani dan sekitarnya.

“Kita jaga betul kualitas makanan mulai dari dapur sampai ke penerima. Daerah-daerah sulit akses pun kami pastikan maksimal hanya 25 menit makanan sudah sampai,” ujarnya.

Selain itu, akuntabilitas anggaran juga menjadi perhatian. Setiap pengeluaran dan penggunaan bahan pangan dicatat dan diawasi agar transparan dan efisien.

Program ini menggunakan anggaran sebesar Rp10.000 per porsi, yang dinilai cukup untuk menghasilkan makanan bergizi dengan bahan lokal Lumajang.

“Dengan bahan baku lokal, biaya Rp10.000 per porsi itu sudah sangat cukup. Kita pastikan semua tercatat dan bisa dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Tak Ada Titik Api di Jalur Pos 1-2 Ranu Kumbolo, BPBD Tetap Waspadai Asap di Watu Rejeng

14 September 2026 - 08:00 WIB

Satu Pendaki Ilegal Tersesat di Semeru, 7 Rekannya Berhasil Diamankan Petugas

9 September 2026 - 12:24 WIB

Trending di Nasional