Lumajang, – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Rabu (8/4/2026) dini hari.
Meski secara visual gunung tampak jelas, serangkaian letusan tetap terjadi dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak.
Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Api Semeru periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat sebanyak 16 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-22 mm dan durasi 84-181 detik. Selain itu, terjadi pula 4 kali gempa hembusan serta satu gempa tektonik jauh.
Secara visual, petugas mengamati delapan kali letusan dengan kolom asap berwarna putih hingga kelabu. Asap tersebut terpantau mengarah ke barat laut, utara, timur laut, dan tenggara, dengan ketinggian antara 500 hingga 1.000 meter dari puncak.
Meski tidak teramati adanya asap kawah secara terus-menerus, aktivitas erupsi yang masih berlangsung menunjukkan bahwa Gunung Semeru belum sepenuhnya stabil. Saat ini, status gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Warga juga diminta menjauhi radius 500 meter dari tepi sungai di luar zona tersebut karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer.
Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah karena risiko lontaran material pijar. PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya lanjutan berupa awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Tinggalkan Balasan