Lumajang, – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga).
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, melaporkan terjadinya dua kali guguran dengan jarak luncur mencapai 1.000–1.500 meter ke arah Besuk Kobokan pada periode pengamatan 25 Januari 2026 pukul 00.00–06.00 WIB.
“Selain guguran, tercatat delapan kali letusan asap berwarna putih hingga kelabu dengan tinggi kolom sekitar 500–800 meter ke arah timur laut,” katanya, Minggu (25/1/2026).
Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis, sementara asap kawah tidak teramati secara menetap.
“Dari hasil pengamatan kegempaan, aktivitas didominasi 20 kali gempa letusan dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi hingga 196 detik. Selain itu, teramati 9 kali gempa hembusan serta 1 gempa tektonik jauh,” ungkapnya.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, serta menghindari radius 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer.
Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru dan tetap mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Tinggalkan Balasan