Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang memperketat manajemen transportasi haji sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai risiko klasik dalam perjalanan jemaah, mulai dari keterlambatan, jemaah terpisah dari rombongan, hingga gangguan teknis armada.
Bupati Lumajang Indah Amperawati yang akrab disapa Bunda Indah menyampaikan manajemen transportasi sebagai upaya mencegah persoalan yang kerap muncul setiap musim haji.
Menurutnya, ketidakteraturan jadwal dan lemahnya pengawasan berpotensi menimbulkan dampak serius bagi keselamatan dan kenyamanan jemaah.
“Kita tidak ingin ada jemaah yang terlambat, terpisah dari rombongan, atau mengalami risiko karena kelalaian teknis. Semua harus tertib, terukur, dan terawasi dengan baik,” kata dia, Selasa, (27/1/2026).
Untuk itu, Pemkab Lumajang akan memastikan kesiapan armada sejak awal, melakukan pengecekan kelayakan kendaraan, serta menyiapkan pengemudi yang kompeten dan memahami karakteristik perjalanan jemaah haji.
“Manajemen yang baik akan meminimalkan risiko di lapangan. Jemaah harus bergerak bersama rombongan, terpantau dengan jelas, dan mendapatkan pendampingan yang memadai selama perjalanan,” ujarnya.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia dan jemaah berkebutuhan khusus. Dalam skema transportasi yang diperketat, pemerintah daerah menyiapkan petugas pendamping, layanan kesehatan dasar, serta mekanisme tanggap darurat apabila terjadi situasi tidak terduga.
“Dengan manajemen yang rapi, kita ingin jemaah berangkat tepat waktu, tiba dengan selamat, dan bisa fokus beribadah tanpa dibebani persoalan perjalanan,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan