Lumajang, – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur pada Kamis (22/10/202, pukul 13.19 WIB.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, kolom abu teramati setinggi sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 4.176 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya serta barat.
Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 20 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 44 detik.
Saat ini, Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). PVMBG merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Wilayah tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Semeru.
Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.
Tinggalkan Balasan