Viral Pegawai Kelurahan Kepuharjo Tantang Warga di Medsos, Dugaan Diskriminasi Cadar Picu Kemarahan Publik - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Cek Fakta · 15 Apr 2026 10:29 WIB ·

Viral Pegawai Kelurahan Kepuharjo Tantang Warga di Medsos, Dugaan Diskriminasi Cadar Picu Kemarahan Publik


 Viral Pegawai Kelurahan Kepuharjo Tantang Warga di Medsos, Dugaan Diskriminasi Cadar Picu Kemarahan Publik Perbesar

Lumajang, – Polemik pelayanan publik kembali mencuat. Kali ini terjadi di Kelurahan Kepuharjo, Kabupaten Lumajang, setelah unggahan seorang aparatur kelurahan viral di media sosial dan memicu gelombang kritik dari warganet.

Seorang akun Facebook bernama Ajeng Chantik, yang diketahui menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Pelayanan Umum di Kelurahan Kepuharjo, menjadi perbincangan publik usai mengunggah tanggapan terhadap keluhan warga. Dalam unggahannya, Ajeng menantang pemilik akun lain untuk datang ke kantor kelurahannya.

“Monggo yang punya akun ini bisa ketemu saya di kelurahan, kita ngobrol santai bersama Pak Babin. Jangan nulis gemetar dan nangis terlebih dahulu ya,” tulisnya.

Ia juga menyebut pihak kelurahan memiliki rekaman CCTV atas kejadian yang dipersoalkan.

Unggahan tersebut merespons curhatan seorang warga melalui akun Facebook bernama Bunda Ayu yang mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat menghadiri undangan pembagian bantuan beras dan minyak. Dalam ceritanya, ia menyebut diminta membuka cadar di ruang terbuka oleh petugas, yang kemudian ia tolak.

“Saya tidak akan menukar aqidah saya dengan beras dan minyak,” tulis dia di akun pribadinya.

Dalam tulinya, ia mengaku pulang dalam kondisi gemetar dan menangis setelah insiden tersebut. Tak hanya itu, warga tersebut juga menyoroti pernyataan petugas yang dinilai tidak sensitif saat proses dokumentasi bantuan.

“Tolong kalau difoto senyum yang lebar ya, mosok dikasih bantuan terus difoto merengut ekspresinya,” demikian kutipan yang ia sampaikan.

Respons kelurahan melalui media sosial justru dinilai memperkeruh suasana. Alih-alih meredakan ketegangan dan melakukan klarifikasi secara institusional, pernyataan yang bernada menantang itu dianggap tidak mencerminkan etika pelayanan publik.

Sejumlah warganet pun bereaksi. Akun Munsa Kusuma, misalnya, menilai bahwa selama identitas penerima bantuan sesuai, tidak seharusnya penampilan menjadi persoalan.

“Mau senyum atau tidak, biarkan saja. Mereka sudah antre panas-panasan, seharusnya diperlakukan dengan nyaman,” tulisnya.

Komentar lain datang dari Bintang Pratama yang menyebut aparat kelurahan tetap berada di posisi yang salah.

Sementara Abdul Musowir menyatakan dukungannya kepada warga yang mengaku didiskriminasi, bahkan siap mendampingi jika persoalan ini berlanjut ke ranah formal.

Kritik lebih keras disampaikan Ali Hasan Bisri yang menilai aparat seharusnya memahami keyakinan warga, bukan justru memicu konflik.

“Pemerintah kelurahan harus memaklumi, bukan malah mengolok-olok,” ujarnya.

Nada serupa juga muncul dari akun Nofi Nurhayati yang secara terang-terangan meminta aparat yang tidak siap menerima kritik untuk mundur dari jabatannya. “Kalau tidak siap dikritik rakyat, ya mundur saja,” tulisnya.

Artikel ini telah dibaca 64 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KUR Tak Kunjung Pasti, UMKM Jember Terjebak Pinjol

5 April 2026 - 10:24 WIB

Dari Keluhan Warga hingga Hasil Pengecekan Polisi, Ini Kondisi Elpiji di Lumajang

24 Maret 2026 - 10:10 WIB

Harga Murah Tak Berarti Nyata: Petani Kaliwungu Terpaksa Keliling Cari Pupuk

16 Januari 2026 - 10:08 WIB

Situs Selogending dan Empat Air Terjun Pensucian, Jejak Spiritual Raja Mataram Kuno di Lumajang

12 Januari 2026 - 16:54 WIB

Agus Setiawan Beri Penjelasan Mengenai Fokus Pemkab Lumajang dalam Pengadaan Motor Operasional untuk Desa

16 April 2025 - 16:22 WIB

Blunder Parah Belanja Pegawai, Thoriqul Haq Dinilai Tidak Memahami APBD

23 Oktober 2024 - 10:10 WIB

Trending di Cek Fakta