Jember, – Kekosongan jabatan Wakil Ketua DPRD Jember dari Fraksi Partai NasDem dinilai melemahkan posisi politik partai di tingkat legislatif daerah.
Kondisi ini menjadi salah satu alasan munculnya mosi tidak percaya dari sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) NasDem terhadap Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Jember.
Pengurus DPC NasDem, Mursid, menyatakan jabatan Wakil Ketua DPRD memiliki peran strategis dalam proses pengambilan kebijakan, distribusi peran politik, serta penguatan posisi partai di parlemen. Namun hingga kini, posisi tersebut belum terisi secara efektif.
“Posisi Wakil Ketua DPRD itu sangat strategis. Kalau dibiarkan kosong berbulan-bulan, ini jelas merugikan partai dan melemahkan peran NasDem di DPRD,” kata Mursid.
Kekosongan jabatan tersebut terjadi seiring kasus hukum yang menjerat Dedi Dwi Setiawan, kader NasDem yang masih tercatat sebagai Wakil Ketua DPRD Jember.
Meski telah berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi, belum ada sikap tegas dari DPD NasDem Jember terkait penggantian atau penataan posisi tersebut.
Menurut DPC, kondisi ini membuat Fraksi NasDem kehilangan ruang strategis dalam pembahasan kebijakan daerah, sekaligus mengurangi daya tawar politik partai di internal DPRD Jember.
Tinggalkan Balasan