Lumajang, – Arif berdiri di depan gerbang MIS Nurul Islam Kota Lumajang, Senin (13/7/2026).
Di hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), ia memilih mengantar putranya ke sekolah.
Baginya, kehadiran ayah pada momen seperti itu bukan sekadar mengantar, melainkan bagian dari keterlibatan dalam pengasuhan anak.
Arif mengatakan selama ini ia bergantian dengan istrinya mengantar putra mereka ke sekolah. Tidak ada pembagian peran yang kaku di keluarganya. Ketika memiliki waktu, ia memilih mengantar sendiri anaknya.
“Sama saja, kadang ibunya, kadang saya,” katanya.
Menurutnya, gerakan ayah mengantar anak ke sekolah merupakan langkah yang baik untuk memperkuat peran ayah dalam mendidik anak.
Selama ini, kata dia, ayah kerap dipandang hanya sebagai pencari nafkah, padahal kehadiran dalam aktivitas sehari-hari juga penting bagi tumbuh kembang anak.
Ia mengaku tidak merasa terbebani dengan kebiasaan mengantar anak ke sekolah.
Sebaliknya, momen itu menjadi kesempatan membangun kedekatan dengan putranya sekaligus memberi semangat pada hari pertama masuk sekolah.
“Saya merasa tidak direpotkan, saya senang sekali, jadi memberi kesan ke anak-anak, apalagi hari pertama,” ujarnya.
Tinggalkan Balasan