Waspada dan Tangguh: Warga Sumberwuluh Menanti Perbaikan Tanggul DAS Semeru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 16 Apr 2025 15:10 WIB ·

Waspada dan Tangguh: Warga Sumberwuluh Menanti Perbaikan Tanggul DAS Semeru


 Waspada dan Tangguh: Warga Sumberwuluh Menanti Perbaikan Tanggul DAS Semeru Perbesar

Lumajang — Warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, tetap bersiaga dan sabar menghadapi kondisi tanggul Daerah Aliran Sungai (DAS) Gunung Semeru yang rusak akibat banjir lahar dingin. Erosi pada tanggul yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius masyarakat, sambil menunggu respons cepat dari pemerintah daerah.

Laporan di lapangan menyebutkan bahwa kerusakan tercatat sepanjang sekitar 300 meter dari total panjang tanggul yang mencapai dua kilometer. Pengikisan ini disebabkan oleh deras di kawasan hulu Semeru yang memicu aliran lahar dingin selama dua hari berturut-turut.

“Sebagian tanggul sudah tergerus cukup dalam, bahkan ada yang tersisa hanya separuhnya. Namun, alhamdulillah, air belum menggenangi pemukiman,” kata Sekretaris Desa Sumberwuluh, Samsul Arifin, saat dihubungi pada Selasa (15/4/2025).

Samsul menambahkan, di balik tanggul yang terpengaruh terdapat Dusun Kebondeli Selatan, yang dihuni oleh 82 kepala keluarga dengan total sekitar 256 jiwa. Meski ada kekhawatiran, warga tetap tenang dan berharap langkah-langkah penanganan bisa dilaksanakan. “Fokus utama saat ini adalah mengalihkan arus sungai agar tidak langsung mengenai tanggul dan mempercepat proses perbaikannya. Kami sudah mengirimkan kepada Lumajang,” jelasnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga yang tetap menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan di tengah kondisi yang kerjasama antara masyarakat dan pemerintah sangat penting untuk menghadapi bencana dengan efektif dan aman.

“Kami berharap semua pihak memberikan dukungan moril dan doa agar tidak terjadi bencana susulan. Yang terpenting adalah agar warga bisa tetap tinggal di rumah masing-masing dalam keadaan aman,” tutup Samsul.

Selain menunggu bantuan dari pemerintah, warga juga melaksanakan berbagai tindakan mandiri seperti membersihkan aliran sungai dan melakukan patroli rutin di daerah rawan. Budaya gotong royong kembali menjadi kekuatan kolektif warga Desa Sumberwuluh dalam menghadapi tantangan alam, dengan semangat solidaritas yang tinggi.

Artikel ini telah dibaca 73 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Trending di Daerah