Waspada dan Tangguh: Warga Sumberwuluh Menanti Perbaikan Tanggul DAS Semeru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Daerah · 16 Apr 2025 15:10 WIB ·

Waspada dan Tangguh: Warga Sumberwuluh Menanti Perbaikan Tanggul DAS Semeru


 Waspada dan Tangguh: Warga Sumberwuluh Menanti Perbaikan Tanggul DAS Semeru Perbesar

Lumajang — Warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, tetap bersiaga dan sabar menghadapi kondisi tanggul Daerah Aliran Sungai (DAS) Gunung Semeru yang rusak akibat banjir lahar dingin. Erosi pada tanggul yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius masyarakat, sambil menunggu respons cepat dari pemerintah daerah.

Laporan di lapangan menyebutkan bahwa kerusakan tercatat sepanjang sekitar 300 meter dari total panjang tanggul yang mencapai dua kilometer. Pengikisan ini disebabkan oleh deras di kawasan hulu Semeru yang memicu aliran lahar dingin selama dua hari berturut-turut.

“Sebagian tanggul sudah tergerus cukup dalam, bahkan ada yang tersisa hanya separuhnya. Namun, alhamdulillah, air belum menggenangi pemukiman,” kata Sekretaris Desa Sumberwuluh, Samsul Arifin, saat dihubungi pada Selasa (15/4/2025).

Samsul menambahkan, di balik tanggul yang terpengaruh terdapat Dusun Kebondeli Selatan, yang dihuni oleh 82 kepala keluarga dengan total sekitar 256 jiwa. Meski ada kekhawatiran, warga tetap tenang dan berharap langkah-langkah penanganan bisa dilaksanakan. “Fokus utama saat ini adalah mengalihkan arus sungai agar tidak langsung mengenai tanggul dan mempercepat proses perbaikannya. Kami sudah mengirimkan kepada Lumajang,” jelasnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga yang tetap menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan di tengah kondisi yang kerjasama antara masyarakat dan pemerintah sangat penting untuk menghadapi bencana dengan efektif dan aman.

“Kami berharap semua pihak memberikan dukungan moril dan doa agar tidak terjadi bencana susulan. Yang terpenting adalah agar warga bisa tetap tinggal di rumah masing-masing dalam keadaan aman,” tutup Samsul.

Selain menunggu bantuan dari pemerintah, warga juga melaksanakan berbagai tindakan mandiri seperti membersihkan aliran sungai dan melakukan patroli rutin di daerah rawan. Budaya gotong royong kembali menjadi kekuatan kolektif warga Desa Sumberwuluh dalam menghadapi tantangan alam, dengan semangat solidaritas yang tinggi.

Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

CCTV Rekam Detik-detik Tabrakan Dua Truk di Jalan Lumajang-Malang, Sopir Terlempar ke Parit

3 Juli 2026 - 23:14 WIB

14 SD, 9 KB/TK, dan 8 SMP di Lumajang Dapat Program Revitalisasi Kemendikdasmen

2 Juli 2026 - 13:15 WIB

Ketua DPC PDI Perjuangan Sebut Dana Insentif Guru Non-ASN di Lumajang Segera Cair

1 Juli 2026 - 14:03 WIB

Tidak Ada Lagu Indonesia Raya dalam Upacara HUT Bhayangkara ke-80 di Lumajang

1 Juli 2026 - 13:30 WIB

Wereng Pangkas Panen hingga 50 Persen, Pemkab Lumajang Malah Gelar Rapat Penanganan Monyet

1 Juli 2026 - 10:32 WIB

Usai Segoro Topeng Kaliwungu, Pemkab Lumajang Ajak Masyarakat Bersihkan Pantai Watu Pecak

29 Juni 2026 - 18:56 WIB

Trending di Daerah