Wifi Publik Lumajang: Meningkatkan Akses Pendidikan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 19 Nov 2025 04:29 WIB ·

Wifi Publik Ubah Wajah Kampung Lumajang: Dari Poskamling Jadi Ruang Belajar Digital


 Wifi Publik Ubah Wajah Kampung Lumajang: Dari Poskamling Jadi Ruang Belajar Digital Perbesar

Modernisasi ruang publik di Kota Lumajang terus mengalami percepatan. Pemerintah Kabupaten Lumajang memasang Wifi publik di 21 titik pada 7 kelurahan, sehingga kawasan yang sebelumnya hanya digunakan untuk aktivitas sosial kini berkembang menjadi ruang belajar digital yang terbuka untuk semua warga. Melalui akses internet yang lebih merata, pelajar, pengajar, hingga komunitas lokal memperoleh peluang baru untuk meningkatkan kapasitas diri.

Poskamling Tompokersan Berubah Jadi Ruang Belajar Bersama

Di Kelurahan Tompokersan, sebuah poskamling mengalami perubahan fungsi yang menarik. Setiap sore, anak-anak berkumpul membawa buku dan gawai mereka untuk mengerjakan tugas hingga mencari materi pembelajaran. Menurut Hani Tri Indayatri, kehadiran Wifi publik tidak hanya membuka akses ilmu, tetapi juga menghidupkan kembali interaksi sosial yang bermanfaat.

“Dengan akses internet yang stabil, anak-anak bisa berkumpul, mengerjakan tugas, dan mengakses materi pembelajaran dengan lebih mudah. Lingkungan jadi lebih aktif dan bermanfaat,” terangnya, Jumat (14/11/2025).

Kampung Karamba Jadi Pusat Kolaborasi Pendidikan

Perubahan serupa terlihat di Kampung Karamba, Kelurahan Ditotrunan. Tri Indra Kurniawan, seorang guru muda, memanfaatkan Wifi publik untuk membuka sesi bimbingan belajar setelah mengajar di sekolah. Ia tidak hanya membantu anak-anak sekitar rumahnya, tetapi juga tetap mengikuti pertemuan profesional melalui Zoom Meeting bersama PGRI dan organisasi guru lainnya.

“Wifi publik sangat membantu saya. Anak-anak terbantu dengan bimbingan belajar, dan saya pun tidak tertinggal dengan kegiatan profesi,” jelasnya.

Camat Lumajang: Wifi Publik Jadi Katalis Transformasi Sosial

Camat Lumajang, Pujianto, menilai bahwa Wifi publik memberikan dampak luas bagi masyarakat. Menurutnya, fasilitas ini mempercepat peningkatan literasi digital, memperluas akses informasi, mendukung aktivitas ekonomi, memperkuat jejaring sosial, hingga membantu keamanan lingkungan.

“Dampaknya sangat besar. Akses internet membuat warga lebih mudah memperoleh pengetahuan, mendukung aktivitas ekonomi, memperkuat jejaring sosial, bahkan membantu keamanan lingkungan,” ujarnya.

Inovasi yang Mengubah Budaya Warga

Pada akhirnya, program Wifi publik di Lumajang tidak sekadar menyediakan internet gratis. Fasilitas ini menjadi pemicu perubahan budaya, menggeser ruang sosialisasi tradisional menjadi pusat pembelajaran digital yang produktif, inklusif, dan adaptif. Dari poskamling hingga sudut-sudut kampung, Lumajang menunjukkan bahwa inovasi sederhana mampu membentuk ekosistem belajar yang lebih hidup dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Trending di Daerah