23 Ribu Warga Lumajang Tercatat Diabetes, Dinkes Temukan Dua Kasus pada Anak di 2026 - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Kesehatan dan Olah Raga · 26 Agu 2026 12:40 WIB ·

23 Ribu Warga Lumajang Tercatat Diabetes, Dinkes Temukan Dua Kasus pada Anak di 2026


 23 Ribu Warga Lumajang Tercatat Diabetes, Dinkes Temukan Dua Kasus pada Anak di 2026 Perbesar

Lumajang, – Sebanyak 23.971 warga Kabupaten Lumajang, tercatat menderita diabetes melitus. Data tersebut merupakan akumulasi kasus hingga 2025, sedangkan data penderita diabetes pada 2026 masih dalam proses validasi di lapangan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Lumajang dr. Marshall Trihandono mengatakan data terbaru penderita diabetes tahun ini belum direkap secara keseluruhan.

“Jadi, data yang ada merupakan catatan sampai 2025 kemarin, untuk tahun ini masih belum direkap dan validasi,” kata Marshall, Rabu (26/8/2026).

Menurut Marshall, sebagian besar penderita diabetes merupakan orang dewasa berusia lebih dari 40 tahun. Namun, penyakit tersebut juga dapat menyerang anak-anak.

Sejak awal 2026, Dinkes-P2KB Lumajang menemukan dua kasus diabetes melitus tipe 1 pada anak.

“Ini untuk diabetes melitus pada anak juga dapat terjadi, biasanya merupakan tipe 1 yang menyerang sistem kekebalan tubuh seperti organ pankreas penghasil insulin,” ujar Marshall.

Marshall mengatakan diabetes dapat menyerang semua kelompok usia. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko antara lain kelebihan berat badan atau obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, serta faktor genetik.

Pada orang dewasa, diabetes yang umum ditemukan adalah tipe 2. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan kekurangan insulin, tetapi juga resistensi insulin sehingga kadar gula darah meningkat.

“Kalau usia dewasa biasanya diabetes tipe 2 yang tidak hanya kekurangan insulin tapi juga tubuh mengalami resistensi insulin. Akibatnya, kadar gula darah meningkat,” katanya.

Kebiasaan kurang bergerak, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, serta berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Marshall menjelaskan diabetes tidak sepenuhnya dapat hilang atau disembuhkan. Penyakit tersebut perlu dikendalikan agar penderita tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara produktif.

“Inilah pentingnya melakukan deteksi dini, serta menjaga pola hidup sehat,” ucap dia.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BRI Kejar Poin, Polres Lumajang Kejar Gelar: Final Basket Berakhir untuk Polisi

24 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Diabetes Terkendali 18,36 Persen, Lumajang Lampaui Target tapi 81,64 Persen Jadi Pekerjaan Rumah

19 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Percasi Lumajang Gelar Kejurkab Catur, Bidik Bibit Atlet untuk Popda 2026 dan Porprov 2027

18 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Target Hipertensi Terkendali 25 Persen, Lumajang Baru Capai 12,86 Persen

13 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Lumajang Juara Grup, Agus Setiawan Minta Skuat Tetap Konsisten Latihan Fisik

12 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga