Konflik Dualisme Yayasan SMK Turen Picu Libur Belajar, DPRD Kabupaten Malang Siapkan Solusi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 16 Jan 2026 11:55 WIB ·

Konflik Dualisme Yayasan SMK Turen Picu Libur Belajar, DPRD Kabupaten Malang Siapkan Solusi


 Konflik Dualisme Yayasan SMK Turen Picu Libur Belajar, DPRD Kabupaten Malang Siapkan Solusi Perbesar

Malang, – Konflik dualisme yayasan yang sama-sama mengklaim kepemilikan SMK Turen berdampak serius pada proses belajar mengajar.

Sejak Kamis (8/1/2026), kegiatan belajar tatap muka di sekolah tersebut diliburkan dan diganti dengan sistem daring, setelah insiden yang diduga puncak konflik terjadi pada Minggu (28/12/2025) dini hari.

Saat itu, sebuah truk menabrak gerbang sekolah dan beberapa orang masuk ke area yayasan, memicu ketakutan di kalangan guru dan siswa. Untuk mencari solusi, DPRD Kabupaten Malang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Kamis (15/1/2026) sore.

RDP menghadirkan pihak Yayasan Pendidikan Teknologi Waskito Turen (YPTWT), Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, kepala sekolah, dan jajaran guru SMK Turen. Namun, Yayasan Pendidikan Teknologi Turen (YPTT) tidak hadir.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza, menegaskan bahwa tujuan RDP adalah untuk mendorong proses belajar mengajar kembali normal dan kondusif.

Ia meminta koordinasi antara Dinas Pendidikan dan aparat keamanan agar lingkungan sekolah steril dari pihak-pihak yang bukan bagian dari kegiatan belajar mengajar.

“Harapannya, lingkungan sekolah bisa aman dan kondusif bagi siswa dan tenaga pendidik. Kami juga mendorong Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk bekerja sama dengan aparat keamanan agar pengamanan sekolah lebih optimal,” ujar Faza.

Kuasa hukum SMK Turen, Ahmad Hadi Puspito, yang juga mewakili YPTWT, menambahkan, akibat konflik ini guru-guru bahkan harus berjaga dengan sistem shift untuk menjaga keamanan sekolah.

“Siswa dan tenaga pendidik sangat ketakutan. Kami berharap pemerintah segera membantu mengembalikan proses belajar mengajar seperti sebelum 28 Desember 2025,” katanya.

Humas SMK Turen, Nur Afidah ST, menambahkan bahwa insiden truk yang menabrak gerbang sekolah menjadi puncak konflik dualisme yayasan. Pihak sekolah tidak mengenal orang-orang yang masuk ke area yayasan, sehingga demi keselamatan siswa, proses belajar dilakukan secara daring.

“Konflik ini berdampak langsung pada sekitar 1.600 siswa yang terbagi dalam enam jurusan, mulai dari Teknik Permesinan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Sepeda Motor, Teknik Pengelasan, Teknik Kendaraan Ringan, hingga Teknik Perangkat Lunak,” jelas Nur Afidah.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Puluhan Rumah Rusak dan Dapur Ambruk, Banjir Bandang Terjang Jember

3 Februari 2026 - 15:39 WIB

Trending di Daerah