Surabaya Targetkan 2.400 Rumah Rutilahu Rampung pada 2026 - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Politik · 23 Jan 2026 16:54 WIB ·

Surabaya Targetkan 2.400 Rumah Rutilahu Rampung pada 2026


 Surabaya Targetkan 2.400 Rumah Rutilahu Rampung pada 2026 Perbesar

Surabaya, – Pemerintah Kota Surabaya menargetkan penyelesaian 2.400 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pada tahun 2026. Program tersebut akan dibiayai melalui APBD Surabaya murni, tanpa mengandalkan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Target tersebut ditetapkan setelah evaluasi pelaksanaan Rutilahu pada 2025 dinilai telah tuntas. Meski demikian, sejumlah persoalan lama masih menjadi catatan, terutama terkait penanganan rumah roboh akibat bencana yang dinilai belum berjalan optimal.

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, menilai mekanisme respons darurat perlu dibenahi. Menurutnya, sejumlah kasus rumah roboh di akhir tahun kerap tertunda penanganannya karena anggaran telah terkunci.

“Kita minta ada slot khusus untuk rumah yang terkena bencana. Belajar dari kasus di Sukolilo, kejadiannya Desember, tapi karena anggaran habis, baru bisa dikerjakan Januari. Warga harus menunggu sekitar satu setengah bulan sampai harus menyewa kos. Ini harus jadi catatan agar lebih cepat karena sifatnya urgen,” ujar Eri Irawan, Jumat (23/1/2026).

Ia mendorong agar sekitar 100 unit dari total kuota Rutilahu dialokasikan khusus untuk kondisi darurat, tanpa prosedur berlapis. Selain itu, Eri juga menyoroti kaku­nya persyaratan penerima bantuan, yang selama ini dibatasi pada warga kategori Desil 1 dan Desil 2.

“Korban bencana seharusnya tetap ditangani meski tidak masuk dalam kategori desil tersebut,” tegasnya.

Tak hanya sektor perumahan, Komisi C DPRD Surabaya juga menyoroti kondisi infrastruktur permukiman, mulai dari jembatan yang dinilai kritis hingga saluran air yang belum berfungsi optimal. Sungai yang dangkal, keberadaan bangunan liar, serta kapasitas tampung yang terbatas disebut masih menjadi penyebab banjir di sejumlah wilayah.

Eri menegaskan, penanganan tidak cukup hanya dengan pemasangan U-Ditch baru, melainkan harus disertai pemulihan fungsi saluran dan sungai secara menyeluruh.

Pada 2026, anggaran sektor perumahan dan permukiman di Kota Surabaya mencapai Rp452 miliar. Anggaran tersebut mencakup program Rutilahu, rumah susun sederhana sewa (Rusunawa), serta pemeliharaan lingkungan.

“Pemulihan fungsi saluran dan sungai harus menjadi fokus utama tahun depan. Dengan kapasitas saluran yang terjaga, dampak banjir bisa kita kurangi secara signifikan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PDI Perjuangan Lumajang Hadirkan Oase di Jalur Mudik, Tempat Lelah Pemudik Menemukan Jeda

20 Maret 2026 - 13:21 WIB

Imbauan Keselamatan, Jangan Paksa Berkendara Saat Lelah, Istirahat di Posko Terdekat

20 Maret 2026 - 13:00 WIB

Tiga Personel Siaga Bergiliran, Posko Mudik Lumajang Beroperasi Nonstop

20 Maret 2026 - 12:54 WIB

Fasilitas Lengkap, Posko Mudik PDI Perjuangan Lumajang Jadi Oase Pemudik

20 Maret 2026 - 12:47 WIB

Posko Gotong Royong Mudik di Lumajang Siaga 24 Jam, PDI Perjuangan Pastikan Pemudik Aman dan Nyaman

20 Maret 2026 - 12:41 WIB

Politik Lingkungan sebagai Jalan Ideologis PDI Perjuangan di Lumajang

18 Maret 2026 - 18:04 WIB

Trending di Politik