Jember, – Dua nama mencuat dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jember, namun mekanisme tanpa pencalonan resmi membuat penentuan ketua bergeser ke tangan segelintir formatur. Proses ini memunculkan pertanyaan soal transparansi dan demokrasi internal partai.
Nama Ketua DPC PPP Jember periode 2021–2026, Madini Farouq, dan Ketua Fraksi PPP DPRD Jember, Ikbal Wilda Fardana, ramai diperbincangkan sebagai kandidat kuat. Namun, keduanya belum memiliki status formal sebagai calon karena Muscab PPP tidak membuka tahapan pencalonan ketua sebagaimana lazim terjadi di partai politik lain.
Forum yang digelar di Hotel Royal Jember, Senin, 4 Mei 2026, itu justru berfokus pada pemilihan tujuh orang formatur. Komposisi tim ini terdiri atas unsur pengurus harian DPC, empat perwakilan PAC, serta tambahan dari DPW dan DPP PPP.
Tim formatur inilah yang nantinya memegang kewenangan penuh untuk menyusun kepengurusan baru, termasuk menentukan ketua, sekretaris, dan bendahara.
Madini Farouq, yang akrab disapa Gus Mamak, menegaskan bahwa dinamika yang berkembang sejauh ini masih sebatas spekulasi di luar forum resmi. Ia menekankan bahwa tidak ada satu pun nama yang dapat disebut sebagai calon karena memang tidak ada tahapan pencalonan.
“Sampai hari ini tidak ada calon. Kenapa? Karena memang tidak ada tahap pencalonan. Jadi kalau disebut ada saya atau Ketua Fraksi PPP, itu suara-suara di luar,” katanya, Selasa (5/5/2026).
Menurut dia, seluruh nama yang beredar tetap memiliki peluang yang sama, selama mendapatkan dukungan dalam rapat formatur. Keputusan, kata dia, akan diambil melalui mekanisme musyawarah mufakat yang digelar setelah Muscab selesai.
“Apakah nama ini akan muncul di dalam rapat formatur atau tidak, ya tergantung bagaimana hasil rapat nanti. Semua masih memiliki kemungkinan,” katanya.
Model pengambilan keputusan semacam ini membuat proses suksesi kepemimpinan tidak berlangsung secara terbuka di forum Muscab.
Alih-alih kompetisi gagasan antar kandidat, arah kepemimpinan partai justru ditentukan dalam ruang terbatas oleh tim formatur dengan rentang waktu 14 hingga 20 hari kerja.
Di sisi lain, PPP Jember menghadapi tantangan besar menuju Pemilu 2029. Partai ini menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD Jember dari lima menjadi sepuluh kursi.
Target tersebut menuntut konsolidasi internal yang kuat sekaligus kepemimpinan yang mampu menggerakkan mesin partai hingga ke tingkat akar rumput.
Ketua Tim Muscab DPW PPP Jawa Timur, Nur Hasan, menilai dinamika yang berkembang di tubuh PPP Jember sebagai sesuatu yang sehat. Ia menyebut tingginya antusiasme kader menjadi modal penting dalam menentukan arah kepemimpinan ke depan.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa target politik yang dipasang tidak dapat dicapai dengan kerja biasa. “Kami harus bekerja extraordinary. Kalau hanya bekerja biasa-biasa, target itu sulit tercapai. Karena Jember ini akan menjadi parameter kekuatan PPP di Jawa Timur,” ujarnya.
Pasca-Muscab, PPP Jember akan melanjutkan proses konsolidasi melalui musyawarah anak cabang di tingkat kecamatan hingga musyawarah ranting di tingkat desa. Langkah ini disebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi verifikasi faktual sekaligus penguatan basis menjelang Pemilu 2029.
Tinggalkan Balasan