Perangi Gula KW, Pemkab Lumajang Pilih Jalur Pembinaan Bukan Pemusnahan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Bisnis · 25 Jan 2026 08:19 WIB ·

Perangi Gula KW, Pemkab Lumajang Pilih Jalur Pembinaan Bukan Pemusnahan


 Perangi Gula KW, Pemkab Lumajang Pilih Jalur Pembinaan Bukan Pemusnahan Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang memilih pendekatan pembinaan dalam menangani peredaran gula kelapa palsu atau gula KW yang merugikan pengrajin tradisional.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan praktik produksi gula KW memang harus dihentikan karena merusak pasar dan merugikan pengrajin gula kelapa asli. Namun demikian, pemerintah daerah tidak ingin mengambil langkah represif yang berpotensi menimbulkan persoalan sosial baru.

“Para pengusaha yang memproduksi gula KW harus dibina. Pendekatan pembinaan ini penting agar pasar tetap sehat, sekaligus memberi kesempatan kepada pelaku usaha untuk beralih pada produksi yang benar,” katanya, Minggu (25/1/2026).

Menurutnya, pembinaan akan difokuskan pada peningkatan pemahaman standar produksi, kualitas bahan baku, serta kesadaran akan pentingnya menjaga kepercayaan pasar.

Selain pembinaan terhadap pelaku usaha gula KW, Pemkab Lumajang juga mendorong penguatan kelembagaan pengrajin gula kelapa asli.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menyampaikan upaya menjaga pasar tetap sehat harus diimbangi dengan kesiapan pelaku industri dalam menjaga kualitas dan kontinuitas produksi.

“Pasar yang sehat hanya bisa terwujud jika kualitas produk terjaga dan produksi berkelanjutan. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pelaku usaha,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Sapi Besar di Lumajang Tembus Rp 30 Juta per Ekor

21 Mei 2026 - 13:07 WIB

Harga Pertamina Dex Naik, Pengusaha Pasir Lumajang Kelimpungan

7 Mei 2026 - 11:46 WIB

Ketika Gitar Tak Lagi Sekadar Alat Musik, Sentuhan Seni Bung Tiok Jadi Buruan Kolektor Dunia

3 Mei 2026 - 07:49 WIB

Berawal dari Botol Bekas, Arif Kini Panen 7 Kuintal Selada Setiap 40 Hari

23 April 2026 - 07:43 WIB

Halal Bihalal Kadin Lumajang–Sidoarjo, Pertanyakan Minimnya Kekompakan Pengusaha Lokal

11 April 2026 - 16:54 WIB

Tak Bisa Sajikan Teh Hangat, Pedagang Bakso di Lumajang Kehilangan Pelanggannya

10 April 2026 - 11:10 WIB

Trending di Bisnis