DPRD Jember Ingatkan PAD Kesehatan Jangan Dibangun dari Penderitaan Pasien - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 25 Jan 2026 10:49 WIB ·

DPRD Jember Ingatkan PAD Kesehatan Jangan Dibangun dari Penderitaan Pasien


 DPRD Jember Ingatkan PAD Kesehatan Jangan Dibangun dari Penderitaan Pasien Perbesar

Jember, – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember, Widarto, mengingatkan Pemerintah Kabupaten Jember agar upaya mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kesehatan tidak berujung pada praktik yang menyulitkan masyarakat, khususnya pasien rumah sakit.

Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jember, kontribusi PAD dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) mencapai Rp 513,7 miliar dari total target PAD sebesar Rp 1,072 triliun. Mayoritas pendapatan tersebut bersumber dari tiga rumah sakit daerah milik pemerintah.

Widarto menyebut, tingginya kontribusi BLUD tak lepas dari penerapan program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, yang memungkinkan seluruh warga Jember mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya.

“Ketika UHC Prioritas dijalankan, masyarakat tidak takut lagi berobat. Rumah sakit kemudian mendapatkan pendapatan dari klaim BPJS Kesehatan,” ujar Widarto.

Namun, ia mengingatkan agar keberhasilan finansial tersebut tidak bergeser menjadi orientasi bisnis semata. Menurutnya, rumah sakit pemerintah harus tetap menempatkan kepentingan pasien sebagai prioritas utama, bukan menjadikan layanan kesehatan sebagai alat mengejar PAD.

“UHC memang memudahkan masyarakat. Tapi jangan sampai karena mengejar pendapatan rumah sakit milik pemerintah, justru pasien dibuat tidak nyaman atau dipersulit,” tegasnya.

Widarto juga menyoroti praktik rujukan layanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus diberikan kebebasan memilih fasilitas kesehatan, tanpa adanya tekanan untuk selalu dirujuk ke rumah sakit daerah.

“Saya yakin pelayanan rumah sakit daerah kita sudah bagus. Maka tidak perlu ada paksaan rujukan ke rumah sakit pemerintah hanya demi pendapatan,” katanya.

Menurut Widarto, dominasi sektor kesehatan dalam struktur PAD Jember harus dibarengi dengan pengawasan ketat, agar tidak memunculkan konflik kepentingan antara fungsi pelayanan publik dan target pendapatan daerah.

“Rumah sakit itu bukan mesin PAD. Ia adalah garda terdepan pelayanan kemanusiaan. Jangan sampai PAD dibangun dari penderitaan pasien,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah