Lumajang, – Proses seleksi calon Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lumajang kini memasuki tahapan wawancara.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan akan memimpin langsung sesi tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga transparansi dan kualitas kepemimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah mengatakan, tahapan wawancara menjadi fase krusial untuk menggali lebih dalam kompetensi, integritas, serta visi para kandidat dalam mengelola PDAM Lumajang ke depan.
“Saya akan hadapi sendiri. Wawancaranya nanti saya pimpin langsung. Ini bagian dari tanggung jawab saya untuk memastikan PDAM Lumajang dipimpin orang yang tepat,” kata dia, Selasa (27/1/2026).
Ia mengungkapkan, hingga penutupan pendaftaran, tercatat delapan orang mendaftar sebagai calon Direktur PDAM Lumajang. Para pendaftar berasal dari berbagai latar belakang profesional, mulai dari pengusaha, pimpinan lembaga, hingga mantan direktur PDAM dari daerah lain.
Menurut Bunda Indah, proses seleksi dilakukan secara terbuka dan berpedoman pada ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) terbaru yang mengatur struktur direksi BUMD berdasarkan skala pelanggan.
Dalam regulasi tersebut, PDAM Lumajang dikategorikan sebagai perusahaan dengan skala pelanggan kecil sehingga hanya diperbolehkan memiliki satu orang direktur.
Seiring berlakunya regulasi tersebut, dua direktur PDAM Lumajang sebelumnya, yakni Direktur Utama dan Direktur Keuangan, secara resmi mengajukan pengunduran diri kepada Bupati Lumajang.
Bunda Indah menegaskan, keterlibatan langsung dirinya dalam tahapan wawancara bukan untuk mengintervensi, melainkan memastikan proses seleksi berjalan objektif, profesional, dan bebas dari kepentingan.
“Saya terbuka, tapi tentu harus selektif. Direktur PDAM ini mengelola pelayanan publik yang sangat vital, jadi tidak bisa sembarangan,” tegasnya.
Tinggalkan Balasan