Lumajang, – Upaya mendorong kemajuan sektor pariwisata terus dilakukan Kabupaten Lumajang melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini terlihat dalam kegiatan Travel Agent Gathering dan Fam’s Trip yang digelar di Aston Inn Lumajang, melibatkan 50 travel agent dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lumajang, Aston Inn Lumajang, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Lumajang.
General Manager Aston Inn Lumajang, Otniel Rezha El Shaddai, mengatakan Lumajang memiliki potensi pariwisata yang sangat besar dan beragam, mulai dari wisata alam, budaya, hingga wisata petualangan yang tidak dimiliki banyak daerah lain.
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aston Iin Luamajang, yang bertempat di ruangan Ranu Kumbolo, Selasa (27/1/2026).
“Melalui acara ini, kami berharap Lumajang semakin membuka diri dan semakin maju dalam usaha berpariwisata. Ini bukan sekadar pertemuan, tetapi wadah untuk networking, bertukar ide, berkolaborasi, dan membangun peluang bisnis yang nyata serta saling menguntungkan,” katanya.
Ia menambahkan, dari pertemuan tersebut diharapkan lahir kerja sama baru, inovasi, serta semangat bersama untuk mempromosikan Lumajang ke tingkat yang lebih luas. “Khususnya melalui jaringan travel agent nasional,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Lumajang Agus Setiawan mengatakan, pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan oleh dunia usaha saja.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pariwisata yang berkelanjutan.
“Pariwisata tidak hanya soal destinasi dan fasilitas, tetapi juga soal SDM dan keberlanjutan. Kalau masyarakatnya tidak siap, maka pariwisata tidak akan bisa berjalan dengan baik,” ucap dia.
Dari sisi pemerintah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang Patria Dwi Astiadi menyampaikan bahwa pihaknya membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan pelaku usaha dan stakeholder pariwisata. Ia menilai kegiatan seperti Travel Agent Gathering menjadi sarana penting untuk diskusi, advokasi, dan promosi potensi daerah.
“Pariwisata adalah sektor multisektor. Tidak boleh ada ego sektoral. Semua harus satu persepsi untuk memajukan pariwisata Lumajang,” kata dia.
Tinggalkan Balasan