Jalur Antar Dusun Terputus, Warga Gondoruso Lumajang Terancam Terisolasi - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 30 Jan 2026 18:06 WIB ·

Jalur Antar Dusun Terputus, Warga Gondoruso Lumajang Terancam Terisolasi


 Jalur Antar Dusun Terputus, Warga Gondoruso Lumajang Terancam Terisolasi Perbesar

Lumajang, – Jalur penghubung antar dusun di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terputus akibat diterjang banjir lahar hujan Gunung Semeru, Jumat (30/1/2026) sore. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu dan memicu kekhawatiran terjadinya isolasi wilayah.

Banjir lahar meluap ke badan jalan setelah tanggul penahan lahar jebol sepanjang sekitar 20 meter. Arus lahar yang deras membuat jalan tidak bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki dengan aman.

Sejumlah warga yang hendak melintas terpaksa tertahan. Mereka memilih tidak mengambil risiko karena khawatir kemalaman dan arus lahar semakin membesar seiring potensi hujan susulan di kawasan hulu Gunung Semeru.

Untuk sementara waktu, warga hanya bisa mengandalkan bantuan gotong royong. Beberapa warga setempat terlihat membantu menyeberangkan pengguna jalan dengan cara menggotong sepeda motor dan pemiliknya menembus arus lahar, meski langkah tersebut dinilai berbahaya.

“Kalau tidak segera menyeberang, takutnya keburu malam dan air tambah besar,” ujar Aminah, warga Desa Gondoruso.

Sementara itu, Kepala Desa Jugosari, Suparman, mengatakan terputusnya jalur antar dusun ini berdampak langsung pada aktivitas sosial dan ekonomi warga. “Selain menghambat mobilitas, banjir lahar juga mengancam lahan pertanian warga di sekitar aliran lahar,” ungkapnya.

Menurut Suparman, tanggul yang jebol tersebut sebenarnya baru dibangun sekitar dua bulan lalu. “Namun derasnya banjir lahar hujan membuat tanggul sepanjang 20 meter itu kembali jebol dan tidak mampu menahan aliran lahar,” pungkasnya.

Hingga Jumat malam, warga masih waspada terhadap kemungkinan banjir lahar susulan. Pemerintah desa berharap adanya penanganan cepat agar akses antar dusun kembali normal dan warga tidak terisolasi.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah