Jember, – Banjir melanda 17 desa di delapan kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, akibat hujan deras yang mengguyur Kamis (12/2) sore hingga Jumat dini hari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edi Budi Susilo, mengatakan sebanyak 3.944 kepala keluarga (KK) terdampak bencana ini.
Luapan air dari sejumlah sungai, termasuk Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kaliklepuh, Kalijompo, Rembangan, Bedadung, Karangbayat, dan Gondangdia, merendam permukiman warga dengan ketinggian 30 cm hingga 2 meter.
“Akibatnya, beberapa akses jalan terputus, tiga jembatan rusak, satu pondok pesantren terdampak, dan lalu lintas mengalami kemacetan di sejumlah titik,” kata dia, Jumat (13/2/2026).
Banjir paling parah terjadi di Kecamatan Rambipuji, di mana air mencapai lebih dari satu meter. Sebanyak 299 warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman, antara lain di rumah Ustaz Nurul di Dusun Krajan (60 jiwa), rumah Umar di Garuda Kidul Pasar (75 jiwa), Masjid Nurul Iman di Curah Ancar (150 jiwa), dan Balai Desa Rambipuji (14 jiwa).
Di Kecamatan Panti, sebuah jembatan di Desa Suci putus akibat diterjang arus banjir yang deras, sehingga akses warga terganggu. Sementara itu, penanganan pembersihan dan evakuasi juga dilakukan di Kampung Ledok Jember Kidul, rumah mantan Bupati Jember Hendy Siswanto, serta di Kecamatan Kaliwates dan Ajung.
Hingga saat ini, pihaknya terus menyalurkan bantuan logistik untuk dapur mandiri di beberapa titik terdampak dan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait. “Hari ini penanganan bencana masih terus dilakukan, termasuk evakuasi warga dan distribusi bantuan logistik. Rekomendasi penanganan telah diteruskan ke perangkat daerah terkait,” ujar Edi Budi Susilo.
Tinggalkan Balasan