Banjir Rendam 23 Desa di Jember, 7.445 KK Terdampak, Satu Warga Meninggal - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 14 Feb 2026 18:18 WIB ·

Banjir Rendam 23 Desa di Jember, 7.445 KK Terdampak, Satu Warga Meninggal


 Banjir Rendam 23 Desa di Jember, 7.445 KK Terdampak, Satu Warga Meninggal Perbesar

Jember, – Banjir yang melanda Kabupaten Jember, Jawa Timur, meluas hingga 23 desa di 10 kecamatan. Berdasarkan data terbaru Pusat Pengendali dan Operasional (Pusdalops), sebanyak 7.445 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember, Edi Budi Susilo, mengatakan banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Jember sejak Kamis (12/2/2026) sore hingga Jumat (13/2/2026). Intensitas hujan tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.

“Dari delapan kecamatan yang terdampak, hasil asesmen terbaru bertambah menjadi 10 kecamatan yang tersebar di 23 desa. Alhamdulillah, saat ini banjir sudah surut,” katanya, Minggu (14/2/2026).

Sepuluh kecamatan yang terdampak yakni Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, Balung, Wuluhan, dan Puger. Kecamatan Rambipuji tercatat sebagai wilayah dengan dampak terparah, dengan 3.774 KK terdampak.

BPBD juga mencatat adanya kelompok rentan yang terdampak, terdiri atas 74 balita, 82 lansia, dan empat penyandang disabilitas. “Sebanyak 557 warga sempat mengungsi ke sejumlah titik aman saat banjir terjadi, namun kini seluruhnya telah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur,” ungkapnya.

Dalam kejadian tersebut, satu warga dilaporkan meninggal dunia. Korban bernama Siti Nurfadila (55), warga Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, diduga tersengat listrik saat membersihkan rumahnya ketika banjir masih berlangsung pada Kamis malam.

Selain merendam ribuan rumah, banjir juga berdampak pada infrastruktur. Sebanyak 11 rumah mengalami rusak ringan, tiga jembatan ambruk, satu masjid roboh, satu pondok pesantren terendam, satu balai desa, satu TK dan satu SD, serta satu TPQ ikut terendam. Sebanyak 12 unit speedboat dilaporkan hanyut terbawa arus.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ditinggal Tahlilan Ayah, Siti Maisaroh Ditemukan Meninggal di Dasar Sumur

4 April 2026 - 10:49 WIB

Libur Paskah, Alun-Alun dan Kayutangan Jadi Fokus Pengamanan Lalu Lintas di Malang

3 April 2026 - 18:05 WIB

Tak Semua Pegawai Libur, WFH Lumajang Hanya untuk Administrasi

3 April 2026 - 08:32 WIB

Tragedi Libur Lebaran di Muara Bondoyudo, Pelajar SMP Lumajang Masih Hilang di Hari Keempat

1 April 2026 - 16:23 WIB

Aman untuk Sekarang, Tapi Tidak Pasti, Ketergantungan Kebijakan Pusat pada Nasib P3K

31 Maret 2026 - 17:37 WIB

Efisiensi Anggaran dan Batas 30 Persen, Alarm Dini bagi Struktur Kepegawaian Lumajang

31 Maret 2026 - 17:29 WIB

Trending di Daerah