Lumajang, – Penangkapan seorang warga berinisial UP (54) dengan 950 liter Bio Solar bersubsidi menyoroti modus baru penyalahgunaan BBM di Lumajang. Truk yang digunakan UP dilengkapi tangki modifikasi dan diduga dipakai untuk menimbun solar subsidi, kemudian dijual kembali demi keuntungan pribadi.
Kasi Humas Polres Lumajang, IPDA Suprapto, menyatakan bahwa meskipun barang bukti telah diamankan, proses hukum menghadapi kendala serius. Belum ditemukannya saksi pembeli atau penadah membuat alur hilir distribusi belum dapat dibuktikan secara utuh.
“Kami perlu membuktikan secara utuh niaga ilegal ini. Tanpa keterangan saksi pembeli, alur penyalahgunaan ini belum sempurna secara materiil. Namun, kami terus melakukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi-saksi lain, termasuk saksi pelapor, waker gudang, hingga koordinasi dengan saksi ahli dari Kementerian ESDM,” katanya, Senin (16/2/2026).
Lanjut dia, engungkapan ini bermula dari giat pengawasan di Jalan Letkol Slamet Wardoyo, Desa Labruk Lor, Kecamatan Sumbersuko, pada awal November 2025 lalu.
“Bupati Lumajang bersama Satpol PP Kab. Lumajang menghentikan satu unit truk Mitsubishi Colt Diesel dengan nomor polisi N-9407-UN. Setelah diperiksa, ditemukan sebuah tangki modifikasi atau kempu berkapasitas 1.000 liter yang berisi sekitar 950 liter Bio Solar bersubsidi, kemudian atas temuan tersebut Satpol PP menyerahkan saudara UP beserta barang bukti ke Satreskrim polres Lumajang,” tuturnya.
Meskipun pelaku dan barang bukti telah diamankan, IPDA Suprapto menggarisbawahi adanya tantangan teknis dalam proses pembuktian hukum. Pihak penyidik saat ini tengah bekerja keras untuk melengkapi unsur pasal yang disangkakan, khususnya terkait hilir dari distribusi ilegal tersebut.
“Kendala utama yang dihadapi penyidik saat ini adalah belum ditemukannya saksi pembeli atau penadah dari Solar yang dikuasai oleh saudara UP,” ungkap IPDA Suprapto secara terbuka.
Tinggalkan Balasan