Jember, – Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Jember akibat luapan sungai. Menyikapi kondisi tersebut, PDI Perjuangan menegaskan perlunya solusi jangka panjang, bukan sekadar bantuan pasca bencana.
Ketua DPC PDIP Jember, Widarto, menyampaikan pola penanganan yang bersifat karitatif dinilai tidak cukup untuk mengatasi persoalan banjir yang terjadi berulang.
“Yang kami harapkan bukan penanganan secara karitatif, atau terjadi bencana baru turun,” katanya, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, diperlukan penanganan yang bersifat preventif dengan gerakan tanam pohon supaya terjadi keseimbangan lingkungan. “PDIP konsisten menjaga alam dan Pertiwi, dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya, terutama di hulu termasuk hilir,” kata Widarto.
Widarto menilai, penanganan model seperti ini jauh lebih hemat biaya ketimbang menunggu terjadinya bencana. “Kerugian yang ditimbulkan berkali-kali lipat kalau menunggu bencana, ketimbang kita konsisten merawat bumi,” ulasnya.
Pria yang juga Wakil Ketua DPRD Jember itu mengaku sejak lama memperingatkan pemerintah agar waspada terhadap alih fungsi lahan di daerah hulu.
“Harusnya dimoratorium, supaya resapan air harus dijaga. Kalau hulunya rusak, resapan airnya mulai hilang, maka luapan air itu akan besar di hilir,” jelasnya.
Tinggalkan Balasan