Jember, – Kelangkaan LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jember sejak menjelang hingga setelah Hari Raya Idul Fitri 2026. Kondisi ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari akibat stok yang kosong di tingkat pengecer.
Di Kecamatan Balung, kelangkaan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat. Warga Desa Karang Duren, Mujiati, mengaku sudah beberapa hari tidak bisa mendapatkan LPG 3 kilogram karena tidak ada pasokan yang masuk ke warung maupun toko kelontong.
“Stok LPG sudah lama habis, barangnya memang tidak ada. Katanya juga tidak ada kiriman lagi,” ujar Mujiati, Senin (6/4/2026).
Keluhan serupa disampaikan Kuseno, pemilik toko kelontong di Desa Karang Semanding. Ia mengatakan distribusi LPG dari pemasok tidak berjalan normal, sehingga persediaan di tokonya habis total.
Menurutnya, permintaan masyarakat justru tetap tinggi setiap hari. Bahkan, warga dari luar desa turut datang untuk mencari LPG, namun tidak dapat dilayani karena stok kosong.
“Setiap hari ada yang datang, termasuk dari desa lain. Tapi LPG memang kosong,” kata Kuseno.
Kelangkaan ini memicu keresahan di tengah masyarakat, mengingat LPG 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok untuk aktivitas memasak.
Tinggalkan Balasan