Viral di Facebook, Antrean Gas di Pasirian Lumajang Picu Dugaan Penimbunan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 7 Apr 2026 12:11 WIB ·

Viral di Facebook, Antrean Gas di Pasirian Lumajang Picu Dugaan Penimbunan


 Viral di Facebook, Antrean Gas di Pasirian Lumajang Picu Dugaan Penimbunan Perbesar

Lumajang, – Video viral yang diunggah akun Facebook Streak Mania menghebohkan warga setelah memperlihatkan antrean panjang pembelian gas LPG 3 kilogram (gas melon) di Dusun Bulakwinong, Desa Pasirian, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, tepatnya di belakang Masjid Muhammadiyah.

Dalam video tersebut, warga terlihat mengantre panjang hingga menyerupai suasana pasar. Narasi dalam unggahan menyebutkan bahwa stok gas sebenarnya masih tersedia di dalam lokasi, namun penjual tidak tampak di tempat sehingga memicu kebingungan warga.

“Gasnya ada di dalam, tapi orangnya sembunyi. Semua pada antre seperti pasar, gas susah,” demikian narasi dalam video yang beredar, Selasa (7/4/2026).

Selain itu, disebutkan pula adanya aktivitas pemasok yang keluar masuk lokasi. Namun, warga sekitar justru diduga tidak diprioritaskan dalam pembelian. Bahkan, muncul dugaan adanya tengkulak yang mengambil gas untuk dipasarkan ke daerah lain.

“Gas ini orang lain yang didahulukan, tadi ada tengkulak tapi pemasarannya di daerah lain, sedangkan orang terdekat diabaikan,” lanjut narasi dalam video tersebut.

Video tersebut telah dibagikan sebanyak 62 kali dan mendapatkan 56 komentar dari warganet. Sejumlah komentar menguatkan adanya keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kg.

Akun @Echanrl mengaku pernah mengalami hal serupa. “Iya kemarin beli juga gak di kasih padahal banyak di dalam gas e,” tulisnya.

Sementara itu, @Ninik Damilah menyoroti kondisi kelangkaan yang menurutnya tidak pernah terjadi sebelumnya.

“Zaman presiden-presiden sebelumnya gak ada yang seperti ini, gas sulit, bensin sulit. Semua permainan, tolong ditindak tegas bagi penimbun,” ujarnya.

Hal senada disampaikan @Ahmad Wahyudhi yang berharap ada tindakan dari pemerintah. “Mohon maaf sebelumnya, seharusnya pemerintah harus bertindak agar masyarakat gak dibikin bingung,” katanya.

Namun, tidak semua warganet sepakat dengan dugaan penimbunan. Akun @Sundriyani membantah hal tersebut dan memberikan klarifikasi berdasarkan pengalamannya.

“Jangan fitnah, jelas-jelas orang antre beli gas nunggu tokonya buka. Kalau nimbun itu disimpan di gudang belakang rumah, bukan di depan rumah. Saya tahu karena kebetulan antar teman beli di situ, harganya paling murah di Pasirian cuma Rp18 ribu, di toko lain Rp20 ribu sampai Rp25 ribu,” tulisnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan penimbunan maupun kondisi sebenarnya di lapangan.

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah