Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 2 Nov 2026 12:30 WIB ·

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru


 Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru Perbesar

Lumajang, – Banjir lahar hujan Gunung Semeru kembali membuat warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terisolasi pada Senin(2/11/2026).

Luapan material vulkanik di Sungai Regoyo lumpuhkan satu-satunya jalur penghubung menuju dusun tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, membenarkan terputusnya akses warga akibat banjir lahar Semeru.

Menurut dia, kondisi tersebut sudah berulang kali terjadi, terutama ketika aliran banjir lahar menerjang Sungai Regoyo.

Dusun Sumberlangsep menjadi salah satu wilayah yang kerap terisolasi karena jalur utama sekaligus satu-satunya akses keluar masuk warga berada tepat di aliran sungai.

“Untuk dampak ke warga memang kalau kita lihat dari hulu sampai hilir terutama di Sumberlangsep, dari tahun lalu memang selalu terisolir,” kata Yudhi.

Terputusnya jalur tersebut membuat warga tidak dapat menggunakan akses utama untuk keluar maupun masuk dusun. Kondisi ini kembali menjadi persoalan setiap kali banjir lahar menerjang kawasan tersebut.

Di tengah situasi itu, BPBD Lumajang melakukan asesmen untuk mengidentifikasi dampak banjir lahar, terutama kerusakan infrastruktur yang terdampak.

Yudhi mengatakan pendataan menjadi prioritas agar BPBD dapat mengetahui tingkat kerusakan sekaligus menentukan kebutuhan penanganan di lapangan.

“Jadi, upaya dari BPBD sendiri ya terutama itu salah satunya asesmen ya. Pendataan dengan dampak-dampak infrastruktur itu yang diutamakan,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Bunda Indah Siapkan Strategi Pengendalian Inflasi Lumajang 2027, Fokus Jaga Harga dan Daya Beli Warga

31 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Trending di Daerah