Lumajang, – PT Pertamina Patra Niaga mengaku telah menambah pasokan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Lumajang sebanyak 18 ribu tabung sejak 3 April 2026, atau setara 45,8 persen dari kebutuhan normal. Meski demikian, warga masih mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas bersubsidi ini di pangkalan.
“Tambahan sebanyak 18 ribu tabung difokuskan untuk wilayah Lumajang. Penyaluran di lembaga distribusi tetap berjalan normal,” ujar Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, melalui keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026).
Ahad mengatakan tingginya kebutuhan rumah tangga dan UMKM, serta beredarnya informasi yang belum diverifikasi, turut memicu lonjakan permintaan.
“Kami akan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan stok,” jelasnya.
Masyarakat diimbau membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp18.000, dan masyarakat mampu didorong untuk beralih ke LPG non-subsidi agar distribusi lebih tepat sasaran.
Salah seorang pemilik pangkalan yang tidak mau disebut namanya mengatakan, di Kecamatan Lumajang mengatakan, sejumlah pangkalan justru mengalami keterbatasan pasokan. “Sekarang cuma dijatah 15 tabung seminggu. Baru datang, belum setengah jam sudah habis. Sebelumnya, pasokan bisa mencapai 20 25 tabung per minggu,” ungkapnya.
Pemilik pangkalan menduga adanya oknum pengiriman yang menjual sebagian tabung langsung ke masyarakat dengan harga lebih tinggi. “Kalau jual di pangkalan kan lebih murah. Tapi kalau di luar bisa lebih mahal, jadi kayak di lelang,” ujarnya.
Tinggalkan Balasan