Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga stabilitas daerah dengan mengedepankan efisiensi energi. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya antisipatif menghadapi dinamika global yang terus berkembang.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa penghematan energi harus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan. Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai potensi perubahan yang dapat memengaruhi kondisi daerah.
“Pemerintah daerah harus tetap siap dan adaptif. Efisiensi energi menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga stabilitas,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Kewaspadaan Dini di Daerah di Aula BKD Lumajang, Kamis (9/4/2025).
Sebagai bentuk implementasi, Pemkab Lumajang mendorong penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik di lingkungan pemerintahan. Kebijakan ini bertujuan agar penggunaan energi menjadi lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah daerah juga menerapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat bagi aparatur sipil negara (ASN). Langkah ini diharapkan mampu mengurangi konsumsi energi tanpa mengganggu kualitas pelayanan publik.
“Kami terus mendorong budaya kerja yang efisien, termasuk melalui WFH, agar penggunaan energi bisa lebih terkendali,” jelasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam mendukung efisiensi energi. Kesadaran bersama menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan serta keberlanjutan penggunaan sumber daya.
Pemkab Lumajang terus mengoptimalkan koordinasi dan pemantauan agar setiap kebijakan yang diterapkan berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dengan strategi yang terarah dan kolaboratif, Lumajang optimistis mampu menjaga stabilitas daerah sekaligus memastikan pelayanan publik tetap optimal di tengah berbagai tantangan global.
Tinggalkan Balasan