Kerukunan Sosial Perkuat Fondasi Pembangunan
Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada ekonomi dan infrastruktur. Sebaliknya, kekuatan sosial menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan pembangunan.
Ia menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lumajang periode 2026–2031 di Ruang Mahameru Kantor Bupati, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, hubungan harmonis antarwarga menciptakan kondisi yang kondusif. Karena itu, stabilitas sosial harus dijaga agar program pembangunan berjalan lancar.
“Ketika hubungan antarwarga terjaga, pembangunan bisa berjalan lebih baik dan stabil,” ujarnya.
Kolaborasi Jadi Kunci Menjaga Harmoni
Yudha menekankan bahwa semua pihak harus terlibat dalam menjaga kerukunan. Pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat perlu bekerja bersama secara konsisten.
Selain itu, ia mendorong penguatan dialog terbuka untuk mencegah potensi konflik. Dengan komunikasi yang baik, masyarakat dapat mengelola perbedaan menjadi kekuatan bersama.
Dalam konteks ini, FKUB memiliki peran strategis sebagai penghubung antarumat beragama. Lembaga ini juga menjadi mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial.
“Oleh karena itu, menjaga kerukunan bukan tugas satu pihak, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
FKUB Siap Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Ketua FKUB Lumajang, H. Asir, menyatakan kesiapan pengurus baru untuk aktif membangun komunikasi lintas agama. Ia juga menegaskan komitmen menjaga suasana damai di masyarakat.
“Kami siap memperkuat kerukunan dan menjaga suasana yang sejuk,” ujarnya.
Audiensi ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah dan FKUB. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga harmoni sosial secara berkelanjutan.
Dengan kerja sama yang kuat, Lumajang dapat mempertahankan kerukunan sebagai fondasi penting dalam pembangunan daerah.
Tinggalkan Balasan