Pencegahan Narkotika Keluarga Lumajang yang Efektif - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 26 Apr 2026 18:51 WIB ·

Cegah Narkotika dari Rumah, Bupati Lumajang Tekankan Peran Orang Tua sebagai Garda Terdepan


 Cegah Narkotika dari Rumah, Bupati Lumajang Tekankan Peran Orang Tua sebagai Garda Terdepan Perbesar

Peran Keluarga Jadi Kunci Pencegahan

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkotika harus dimulai dari keluarga. Ia menilai penegakan hukum saja tidak cukup untuk menghentikan peredaran narkoba.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pemusnahan barang bukti tindak pidana umum di Kejaksaan Negeri Lumajang, Rabu (22/4/2026).

Dalam kesempatan itu, tingginya kasus narkotika menjadi peringatan serius. Karena itu, pendekatan preventif berbasis keluarga perlu diperkuat.


Komunikasi dan Kedekatan Jadi Benteng Utama

Bunda Indah menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak. Orang tua tidak hanya mengawasi, tetapi juga membimbing dan memberi pemahaman sejak dini.

Selain itu, komunikasi yang terbuka menjadi fondasi utama. Dengan kedekatan emosional, anak akan lebih percaya dan tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.

“Pencegahan harus dimulai dari rumah. Orang tua harus hadir dan menjadi tempat anak bercerita,” tegasnya.

Namun demikian, pengawasan tidak boleh berlebihan. Sebaliknya, orang tua perlu membangun kepercayaan agar anak mampu mengambil keputusan yang tepat.


Sinergi Jadi Kunci Lawan Narkotika

Data perkara yang didominasi kasus narkotika menunjukkan ancaman masih nyata. Oleh karena itu, semua pihak harus terlibat dalam upaya pencegahan.

Keluarga, lingkungan, dan aparat penegak hukum perlu bekerja bersama. Kolaborasi ini penting untuk memutus rantai penyalahgunaan narkotika.

Di sisi lain, pemusnahan barang bukti tetap menjadi bagian dari penegakan hukum. Namun langkah tersebut harus diimbangi dengan edukasi dan kesadaran masyarakat.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pencegahan tidak cukup melalui tindakan represif. Sebaliknya, penguatan keluarga menjadi fondasi utama.

Akhirnya, Lumajang tidak hanya fokus pada penindakan. Pemerintah juga membangun perlindungan sosial dari lingkungan keluarga.

Dari rumah yang kuat, lahir generasi yang tangguh dan mampu menghadapi berbagai ancaman.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TMMD ke-129 Ditutup di Lumajang, 840 Meter Jalan Rabat Beton dan 11 Program Warga Tuntas

13 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Tiga Tahun Menatap Langit, Balai Desa Pandansari Masih Menunggu Genteng Pulang

11 Agustus 2026 - 18:45 WIB

DPMD Lumajang Belum Terima Laporan Terbaru Pemasangan CCTV, WiFi Dusun dan PJU

11 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Keluarga Pasien Meninggal di RSUD Haryoto: Setelah Meninggal Tak Ada Penjelasan dari Rumah Sakit

10 Agustus 2026 - 19:37 WIB

WFH Setiap Jumat Berlanjut di Lumajang, Pemkab Klaim Hemat Anggaran Rp464 Juta Sebulan

10 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Batuk Darah hingga Sesak, Keluarga Klaim Lima Kali Lapor Pasien tapi Disuruh Menunggu

10 Agustus 2026 - 09:26 WIB

Trending di Daerah